Trending

AMAN Aceh: Tiyo Ardianto Bukan Aktivis Kredibel, Kritik Tanpa Data Hanya Racun Demokrasi

Adid - Redaksi
Senin, 15 Juni 2026

AMAN Aceh: Tiyo Ardianto Bukan Aktivis Kredibel, Kritik Tanpa Data Hanya Racun Demokrasi
Pemerintah

7 views

Katapoint.id | Banda Aceh-Dewan Pimpinan Wilayah Aliansi Mahasiswa Nusantara (DPW AMAN) Aceh turut menyoroti polemik satir terhadap Presiden yang viral belakangan ini. Ketua Harian AMAN Aceh, Syafyuzal Helmi, menegaskan bahwa kebebasan berpendapat di Indonesia bukanlah hak tanpa batas, melainkan memiliki rambu-rambu konstitusional yang harus dihormati. (15/06/2026)

Menanggapi video mantan Ketua BEM UGM, Tiyo Ardianto, yang menggunakan analogi kucing untuk mengkritik Kepala Negara, Syafyuzal menilai bahwa ekspresi satir semacam itu perlu dicermati secara kritis oleh kalangan mahasiswa.

“Sebagai organisasi mahasiswa, kami meyakini bahwa menyampaikan kritik kepada pemimpin adalah bagian dari kontrol sosial. Namun cara dan bahasanya harus tetap menjaga etika dan kehormatan. Jangan sampai kritik kebijakan berubah menjadi serangan personal yang merendahkan martabat,” ujar Syafyuzal Helmi di Banda Aceh.

Syafyuzal yang juga aktivis mahasiswa asal Aceh ini mengingatkan bahwa Pasal 28E ayat (3) UUD 1945 menjamin kebebasan berekspresi, namun Pasal 28J ayat (2) menegaskan bahwa hak tersebut dibatasi oleh hukum, moralitas, nilai agama, ketertiban umum, dan penghormatan terhadap hak orang lain.

“Kritik terhadap kebijakan presiden sebagai kepala pemerintahan adalah sah dan diperlukan untuk perbaikan sistem. Tapi ketika kritik menyasar presiden sebagai kepala negara, simbol kedaulatan, maka diksi yang digunakan harus tetap santun dan bertanggung jawab,” tegasnya.

“Kami mendorong ruang demokrasi yang tetap dialektis. Jangan sampai kebebasan dimaknai liar tanpa tanggung jawab, namun jangan pula kritik dibungkam dengan kekuasaan. Mahasiswa harus kritis, tapi juga dewasa dan beretika,” pungkasnya.

Di akhir pernyataannya, Syafyuzal Helmi mengajak seluruh elemen mahasiswa Aceh dan Indonesia untuk mengedepankan etika digital, nalar akademis, serta kedewasaan berpikir dalam menyikapi perbedaan politik.

Kendati demikian, AMAN Aceh juga mengimbau aparat penegak hukum agar tidak bersikap berlebihan (over-reaktif) dalam menangani polemik ini. Namun, menurut Syafyuzal, Tiyo Ardianto sebaiknya menyampaikan klarifikasi dan permohonan maaf publik atas satire yang dinilai telah melukai kehormatan institusi kepresidenan.

"Kami tidak ingin ada kriminalisasi terhadap kritik. Tapi kami juga tidak ingin kebebasan dimanfaatkan untuk menyebarkan narasi tanpa data. Tiyo harus bertanggung jawab," tutupnya.

Komentar
Baca juga
katapoint.id, All rights reserved. | Designed By Rifal Agustiar