Katapoint.id - Dalam rangka memperingati Milad Universitas Syiah Kuala ke-65, Fakultas Hukum Universitas Syiah Kuala (FH USK) hari Rabu (23/9/2026) kembali melaksanakan Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) di di SMK Negeri 1 Kecamatan Mesjid Raya, Kabupaten Aceh Besar. Kegiatan Pengabdian Masyarakat kali ini merupakan hari Ke-3 dari “Peukan Pengabdian Masyarakat” dalam rangka memperingati Milad ke-65 Universitas Syiah Kuala (USK).
Kegiatan Pengabdian Masyarakat kali ini mengusung tema “Remaja Cerdas Jauhi Narkoba: Kenali Risiko, Pahami Hukumnya,” kegiatan ini diikuti sekitar 80 siswa dan bertujuan meningkatkan pemahaman serta kesadaran hukum generasi muda mengenai bahaya penyalahgunaan narkotika.
Kegiatan dibuka di Aula SMK Negeri 1 Kecamatan Masjid Raya Kab. Aceh Besar dan dihadiri Dekan Fakultas Hukum USK Prof. Dr. Zahratul Idami, S.H., M.Hum. Adapun Tim Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) yang mengusung tema terkait Narkotika tersebut diikuti oleh para dosen Fakultas Hukum Universitas Syiah Kuala (FH USK) yang diketuai oleh Prof. Dr. Iskandar A. Gani, S.H., M.H., dengan anggota Prof. Dr. Syarifuddin Hasyim, S.H., M.Hum., Rosmawati, S.H., M.H., Intan Munirah, S.H., M.H., dan Rifka Safira, S.H., M.H. Setelah pembukaan, kegiatan dilanjutkan di ruang kelas Kriya.
Dekan Fakultas Hukum USK Prof. Dr. Zahratul Idami, S.H., M.Hum dalam sambutannya menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah mendukung pelaksanaan kegiatan Peukan Pengabdian Kepada Masyarakat Fakultas Hukum Universitas Syiah Kuala di SMK Negeri 1 Kecamatan Masjid Raya, Kabupaten Aceh Besar.
Selain itu, Zahratul Idami mengatakan bahwa tema “Remaja Cerdas Jauhi Narkoba: Kenali Risiko, Pahami Hukumnya” yang diusung dalam kegiatan PKM kali ini sangat relevan dengan tantangan yang dihadapi generasi muda saat ini. Zahratul Idami menegaskan bahwa “Pelajar adalah generasi yang sedang mempersiapkan masa depan. Karena itu, masa muda harus diisi dengan belajar, berkarya, membangun pergaulan yang sehat, dan mengejar cita-cita, bukan dengan sesuatu yang dapat merusak masa depan.”
Lebih lanjut Zahratul Idami menghimbau “Kami ingin mengajak para siswa untuk memahami bahwa narkoba bukan hanya persoalan kesehatan, tetapi juga persoalan sosial dan hukum.
Jangan sampai rasa ingin tahu, ajakan teman, atau pergaulan sesaat membuat kita mengambil keputusan yang berdampak panjang terhadap kehidupan.” Untuk itu “para pelajar harus berani mengatakan “tidak” terhadap narkoba bukan berarti tidak gaul. Justru itu adalah bentuk keberanian untuk menjaga diri, keluarga, dan masa depan.”, tegas Zahratul Idami.
“Melalui kegiatan ini, kami berharap para siswa tidak hanya mengetahui bahaya narkoba, tetapi juga semakin memahami hak, kewajiban, serta konsekuensi hukum dari setiap tindakan. Jadilah generasi muda yang cerdas memilih, berani menolak, dan mampu menjadi contoh positif bagi lingkungan sekitarnya.”, tutup Zahratul Idami.
Mengakhiri sambutannya, Zahratul Idami mengatakan bahwa “Melalui kegiatan ini, FH USK berharap siswa mampu mengenali bahaya penyalahgunaan narkotika, memahami aspek hukum dan mekanisme pelaporan apabila menemukan indikasi penyalahgunaan atau peredaran narkotika, serta mampu menghindari lingkungan yang berpotensi mendorong penyalahgunaan narkotika.”, tutupnya.
Sementara Rosmawati memandu pemutaran film pendek dan diskusi. Rosmawati memberikan himbauan kepada para pelajar agar “Jangan coba-coba dengan narkoba. Sekali terjerumus, masa depan bisa dipertaruhkan. Kenali risikonya, pahami hukumnya, dan berani berkata tidak.”. Lebih lanjut menurutnya, “Oleh karena itu, bukan karena berani mencoba narkoba, tetapi karena berani menolak.
Jagalah pergaulan, pilih lingkungan yang positif, dan fokus pada masa depan.”, himbau Rosmawati. Untuk itu, “Mari kita bersama-sama membangun generasi muda Aceh yang sehat, berkarakter, sadar hukum, dan berprestasi. Jangan biarkan narkoba mencuri masa depan. Karena masa depan yang hebat dimulai dari pilihan yang tepat hari ini.”, tutup Rosmawati.
Materi edukasi yang diberikan pada kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) di SMK Negeri 1 Kecamatan Masjid Raya Kab. Aceh Besar meliput pengertian, jenis, dampak, dan bahaya narkotika disampaikan oleh Rifka Safira.
Dalam paparannya Rifka Safira mengatakan “Kami mengimbau para pelajar untuk tidak sekadar mengenal narkoba sebagai sesuatu yang dilarang, tetapi juga memahami risiko kesehatan, sosial, dan konsekuensi hukumnya. Jangan sampai rasa ingin tahu sesaat mengorbankan masa depan.”. Menurutnya “Narkoba bukan sekadar membahayakan kesehatan, tetapi juga memiliki konsekuensi hukum. Pelajar harus memahami bahwa setiap tindakan memiliki akibat. Karena itu, jauhi narkoba dan jangan pernah mencoba.”, tegas Rifka Safira.
Sementara narasumber lainnya Intan Munirah memberikan pemaparan mengenai regulasi narkotika serta ketentuan dan konsekuensi pidana bagi pihak yang terlibat dalam penyalahgunaan dan peredaran narkotika.
Kemudian Intan Munirah menegaskan kepada para pelajar di Aceh khusunya yang berada di SMK Negeri 1 Kecamatan Masjid Raya Kab. Aceh Besar bahwa “Masa remaja adalah masa untuk belajar, berkarya, dan mengejar cita-cita, bukan untuk mencoba sesuatu yang dapat merusak masa depan. Katakan tidak pada narkoba dan katakan ya pada prestasi.”, tegas Intan Munirah.
Intan Munirah mengajak para pelajar agar “Berani bilang ‘tidak’ pada narkoba adalah bentuk keberanian yang sesungguhnya. Jangan biarkan ajakan teman, rasa penasaran, atau pergaulan sesaat menentukan masa depanmu.”, himbau Intan Munirah.
Sesi tanya jawab dan pemberian doorprize dipandu oleh Intan Munirah dengan didampingi Rifka Safira, sehingga siswa dapat berinteraksi langsung dengan para narasumber.
Pada sesi akhir, Prof. Syarifuddin Hasyim memberikan sharing pengalaman dalam penanganan perkara narkotika di pengadilan. Syarifuddin Hasyim mengimbau para pelajar di Aceh khususnya yang berada di SMK Negeri 1 Masjid Raya Kab. Aceh Besar agar “Kalau teman mengajak pada hal yang salah, tidak perlu takut untuk menolak. Teman yang baik tidak akan membawa kita pada sesuatu yang membahayakan diri dan masa depan. Pilih pergaulan yang membuat kita tumbuh, bukan terjerumus.”.
Menurut Syarifuddin Hasyim “Pelajar bukan hanya generasi penerus, tetapi juga generasi yang menentukan masa depan bangsa. Karena itu, jangan biarkan narkoba mencuri masa depan. Jaga diri, jaga pergaulan, berani menolak, dan terus kejar prestasi.”, tegas Syarifuddin.
Sementara Prof. Iskandar A. Gani juga memberikan himbauan kepada para pelajar agar “Pelajar bukan hanya generasi penerus, tetapi juga generasi yang menentukan masa depan bangsa. Karena itu, jangan biarkan narkoba mencuri masa depan. Jaga diri, jaga pergaulan, berani menolak, dan terus kejar prestasi.”.
Lebih lanjut Iskandar A. Gani mengatakan “Kami mengajak para pelajar untuk menjadi generasi yang cerdas dalam memilih pergaulan dan berani mengatakan tidak terhadap narkoba. Jangan karena rasa penasaran atau ajakan teman, masa depan yang sedang dibangun justru dipertaruhkan. Kenali risikonya, pahami konsekuensi hukumnya, dan fokuslah pada prestasi serta cita-cita.”, himbau Iskandar A. Gani. Untuk itu, “Kami mengajak para pelajar agar cerdas memilih, berani menolak, sehat tanpa narkoba, sukses untuk masa depan.”, tegas Iskandar A. Gani.
Selanjutnya kegiatan ditutup dengan foto bersama antara tim PKM FH USK, guru, dan siswa SMK Negeri 1 Kecamatan Mesjid Raya Kab. Aceh Besar.[]