Katapoint.id - Bupati Aceh Barat Tarmizi mengatakan surat yang pernah ia tandatangani pada akhir November 2025 yang menyatakan pemerintah daerah (pemda) tidak mampu menangani bencana di daerah merupakan permintaan dari lembaga penanganan bencana. Jika tidak mengirimkan surat tersebut, Aceh tidak mendapatkan bantuan dari pusat.
“Surat itu (ketidakmampuan menangani bencana) diminta sebagai syarat dapat logistik bantuan dari BNPB,” kata Bupati Aceh Barat Tarmizi di Meulaboh, Senin, seusai apel kesiapsiagaan menghadapi kelangkaan BBM dan gas elpiji di Kabupaten Aceh Barat.
Tarmizi mengatakan surat tersebut diminta oleh lembaga penanganan bencana kepada Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Aceh Barat sebagai syarat agar daerah itu mendapatkan bantuan logistik bagi korban banjir dari BNPB.
Surat itu memuat pernyataan pemkab tidak sanggup mengatasi bencana alam banjir bandang yang terjadi pada Rabu (26/11/2025). “Apabila Aceh Barat tidak kirim surat seperti yang diminta, maka tidak akan dapat bantuan dari BNPB,” kata Tarmizi.
Ia mengatakan sesuai fakta pemerintah daerah mampu menangani bencana di daerah setelah pihaknya bersama Forkopimda mengerahkan sejumlah personel untuk membantu mengatasi bencana banjir bandang yang dialami masyarakat di 10 kecamatan di Aceh Barat. Di kutip dari Media Republika.co.id.
Senada dengan kondisi Bupati Aceh Selatan yang kini di permasalahkan penandatanganan surat tidak mampu, padahal ini jelas merupakan permintaan sebagai syarat mutlak untuk mendapatkan bantuan Nasional untuk Aceh.
Kepergian Mirwan ke luar negeri viral di media sosial karena dianggap tidak sejalan dengan situasi darurat yang sedang berlangsung.
Sebelum berangkat, Mirwan diketahui telah mengeluarkan Surat Pernyataan Ketidaksanggupan dalam penanganan tanggap darurat banjir dan longsor, yang diterbitkan pada 27 November 2025.
Surat tersebut menandai bahwa Kabupaten Aceh Selatan membutuhkan dukungan penanganan dari pemerintah provinsi dan pusat. Mirwan membantah dirinya tidak peduli terhadap kondisi warganya.
Ia menyebutkan, keberangkatannya ke Tanah Suci merupakan pemenuhan nazar pribadi dan telah memastikan situasi terkendali sebelum berangkat
“Sebelum saya berangkat, saya sudah turun langsung mengecek kondisi masyarakat terdampak banjir dan memastikan seluruh OPD bekerja sesuai alur komando," ucap Mirwan dalam keterangan tertulis. Di kutip dari media kompas.com
Sementara itu menurut Pj Keuchik Gampong Lhok Raya, Sumadi, S.IP, menegaskan bahwa Bupati Aceh Selatan, H. Mirwan MS, telah berbuat maksimal dalam menangani banjir di Trumon Raya sebelum berangkat menjalankan ibadah umrah.
Pernyataan tersebut ia sampaikan untuk meluruskan berbagai narasi yang berkembang sekaligus mengapresiasi langkah cepat bupati dalam membantu warga terdampak banjir.
Menurut Sumadi, kepedulian Bupati Mirwan terlihat jelas sejak awal banjir melanda kawasan Trumon Raya. Sebelum bertolak ke Tanah Suci, Bupati Mirwan turun langsung ke lokasi banjir guna memastikan penanganan darurat berjalan cepat dan kebutuhan warga terpenuhi.
“Beliau bukan hanya datang melihat kondisi lapangan, tetapi langsung membawa bantuan pangan dan bahkan memberikan bantuan uang tunai dari gaji pribadinya,” ungkap Sumadi kepada antaran.id, Minggu (07/12/2025) malam.[]
Personel Gegana Satbrimob Aceh Laksanakan Kurve dan Perawatan Mangrove, Tindak Lanjuti Arahan Presiden
Aceh Selatan Terima UHC Award Peringkat 3 Kategori Utama, Keberhasilan Memastikan Akses Layanan Kesehatan