Katapoint.id | Banda Aceh – Pemerintah Aceh menegaskan komitmennya untuk mendorong transformasi ekonomi daerah melalui penguatan investasi, percepatan hilirisasi industri, serta pengembangan sumber daya manusia yang unggul. Hal tersebut disampaikan Gubernur Aceh yang diwakili Asisten Perekonomian dan Pembangunan Sekda Aceh, Ir. T. Robby Irza, S.SiT., MTsaat membuka Aceh Business Grow Summit (AGS) 2026 di Banda Aceh, Sabtu (25/07/2026) malam.
Dalam sambutannya, Robby mengatakan Aceh kini tengah memasuki babak baru pembangunan ekonomi. Di tengah tantangan ekonomi global dan upaya pemulihan pascabencana, diperlukan terobosan untuk menciptakan pertumbuhan ekonomi yang lebih kuat, inklusif, dan berkualitas.
"Aceh sedang memasuki babak baru pembangunan ekonomi. Di tengah tantangan ekonomi global dan upaya pemulihan pascabencana, kita harus mampu menemukan solusi baru untuk menumbuhkan ekonomi yang lebih kuat, inklusif, dan berkualitas," ujarnya.
Menurutnya, paradigma pembangunan ekonomi harus diarahkan pada pengelolaan potensi daerah secara maksimal, mulai dari menarik investasi, mengembangkan industri, hingga menciptakan kesejahteraan bagi masyarakat.
"Sudah saatnya kita mengubah investasi menjadi industri, dan industri menjadi kesejahteraan masyarakat. Aceh memiliki posisi yang sangat strategis dengan kekayaan sumber daya alam yang melimpah serta masyarakat yang produktif. Kini saatnya Aceh naik kelas menuju industrialisasi, inovasi, dan pengembangan sumber daya manusia," katanya.
Robby menjelaskan, Pemerintah Aceh telah menetapkan sejumlah prioritas dalam memperkuat fondasi ekonomi daerah. Salah satunya adalah menciptakan iklim investasi yang kondusif melalui penyederhanaan layanan perizinan, peningkatan kepastian hukum, pembangunan infrastruktur, serta tata kelola pemerintahan yang transparan dan akuntabel.
"Kami terus mengupayakan penyederhanaan pelayanan perizinan, memperkuat kepastian hukum, meningkatkan kualitas infrastruktur, serta membangun tata kelola pemerintahan yang semakin transparan dan akuntabel. Kami juga memastikan Aceh menjadi daerah yang nyaman, aman, dan menarik bagi investasi yang berkualitas," jelasnya.
Selain memperkuat investasi, Pemerintah Aceh juga mendorong percepatan transformasi ekonomi melalui digitalisasi UMKM, pengembangan ekonomi kreatif, dan hilirisasi berbagai komoditas unggulan daerah.
"Kita harus mempercepat inovasi dan transformasi ekonomi melalui digitalisasi UMKM dan ekonomi kreatif. Di sisi lain, hilirisasi menjadi inti pembangunan ekonomi Aceh. Potensi perikanan harus berkembang menjadi industri modern, begitu pula kakao, pala, pinang, dan berbagai komoditas lainnya harus mampu memberikan nilai tambah yang lebih besar bagi Aceh," ungkapnya.
Ia menilai langkah tersebut akan membuka lapangan kerja baru, meningkatkan daya saing daerah, sekaligus mempercepat peningkatan kesejahteraan masyarakat.
Robby juga menegaskan bahwa pembangunan ekonomi tidak akan berhasil tanpa didukung sumber daya manusia yang berkualitas. Oleh karena itu, Pemerintah Aceh terus memperkuat pendidikan vokasi agar mampu melahirkan tenaga kerja yang siap bersaing di era ekonomi modern.
"Peningkatan ekonomi tidak akan berhasil tanpa sumber daya manusia yang unggul. Karena itu, Pemerintah Aceh terus memperkuat pendidikan vokasi agar lahir generasi muda Aceh yang mampu bersaing di era ekonomi modern," katanya.
Pada kesempatan tersebut, Robby mengajak seluruh bupati dan wali kota di Aceh untuk menjadikan investasi sebagai gerakan bersama sesuai dengan potensi unggulan di masing-masing daerah. Ia juga mengundang para investor untuk menanamkan modalnya di Aceh dengan tetap mengedepankan prinsip keberlanjutan.
"Saya mengajak seluruh bupati dan wali kota menjadikan investasi sebagai gerakan bersama. Kepada para investor, kami sampaikan bahwa Aceh terbuka bagi investasi yang produktif, berkelanjutan, menghormati lingkungan, memberikan nilai tambah, serta membuka lapangan kerja bagi masyarakat," ujarnya.
Menutup sambutannya, Robby berharap Aceh Business Grow Summit tidak hanya menjadi ruang bertukar gagasan, tetapi mampu melahirkan langkah-langkah nyata dalam mempercepat pembangunan ekonomi daerah.
"Harapan kita, forum ini tidak berhenti pada diskusi dan pertukaran gagasan semata. Aceh Business Grow Summit harus menghasilkan investasi baru, langkah strategis pengembangan kawasan industri, peningkatan ekspor, serta percepatan hilirisasi yang mampu menjadi mesin pertumbuhan ekonomi Aceh di masa mendatang," pungkasnya.
Aceh Business Grow Summit 2026 Talkshow, Hadirkan Praktisi Nasional dan Internasional untuk Perkuat UMKM Aceh
Bupati Aceh Selatan Menyerahkan Langsung BLT-DD Serta Meninjau Pelaksanaan Program BSPS di Gampong Air Pinang.