Trending

Dari Dapur Lokal untuk Negeri: SPPG Aceh Selatan Labuhanhaji Manggis Harapan Dorong UMKM Jadi Tulang Punggung Distribusi Gizi

Michael - Admin
Sabtu, 25 April 2026

Dari Dapur Lokal untuk Negeri: SPPG Aceh Selatan Labuhanhaji Manggis Harapan Dorong UMKM Jadi Tulang Punggung Distribusi Gizi
Ekonomi

202 views

Labuhanhaji – Program Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Aceh Selatan Manggis Harapan Labuhanhaji, tidak sekadar menjalankan distribusi pangan, tetapi berhasil mentransformasi supplier lokal dari BUMDes, koperasi, dan UMKM menjadi mitra strategis yang kuat dan mandiri.

Dalam waktu singkat, pelaku UMKM yang sebelumnya hanya beroperasi skala kecil kini mampu memenuhi standar pasokan rutin dengan kualitas terjaga dan volume yang meningkat. Mereka tidak lagi menjadi pelengkap, melainkan menjadi tulang punggung rantai pasok SPPG—menyuplai kebutuhan utama seperti beras, telur, sayuran, dan bahan pangan lainnya secara konsisten.

Dampaknya nyata: pendapatan supplier meningkat signifikan, perputaran ekonomi desa semakin cepat, dan lapangan kerja baru mulai terbuka. Sistem kemitraan yang dibangun juga mendorong transparansi, kepastian pembayaran, serta peningkatan kapasitas produksi di tingkat lokal.

Salah satu supplier lokal, seorang petani sayur dari kawasan sekitar, mengaku sangat terbantu dengan adanya program ini. “Hasil panen kami jadi lebih pasti terserap. Kami juga termotivasi untuk meningkatkan kualitas produksi,” katanya.


Saya sebagai pelaku UMKM "Kelompok Tani Alue Mindawa" yang menjadi supplier bahan baku untuk Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di SPPG Yayasan Berkah Cahaya Labuhanhaji merasa sangat terbantu dengan adanya program ini.

Sejak ikut berpartisipasi, usaha kami jadi lebih berkembang karena ada kepastian pembelian. Produk yang kami hasilkan, seperti bahan pangan segar, bisa langsung tersalurkan dengan baik. Ini tentu berdampak pada peningkatan pendapatan kami dan juga membuka peluang untuk menambah tenaga kerja di usaha kami. katanya

Kepala SPPG Aceh Selatan Manggis Harapan Labuhanhaji, Said Farhan Lutfi, S.Sos juga menegaskan bahwa keberhasilan ini adalah bukti bahwa program gizi bisa berjalan beriringan dengan penguatan ekonomi desa. Model ini tidak hanya menyelesaikan masalah distribusi pangan, tetapi juga menciptakan ekosistem ekonomi yang berkelanjutan.

Selain itu, pihak pengelola SPPG secara rutin melakukan evaluasi terhadap kualitas bahan baku dan distribusi makanan yang masuk guna memastikan standar tetap terjaga. Dukungan dari masyarakat dan pemerintah setempat juga menjadi faktor penting dalam keberlanjutan program ini.

Ke depan, skema ini diproyeksikan menjadi model percontohan—bagaimana program sosial mampu mendorong UMKM naik kelas dan menjadi pemain utama dalam sistem distribusi pangan berbasis komunitas.

Komentar
Baca juga
katapoint.id, All rights reserved. | Designed By Rifal Agustiar