Katapoint.id - Jakarta, 31 Juli 2026 - Kondisi perekonomian nasional saat ini dinilai semakin tidak menentu. Harga kebutuhan pokok melonjak tinggi di mana-mana, daya beli masyarakat merosot tajam, dan pelaku usaha kecil terancam bangkrut. Hal ini disampaikan secara tegas oleh Prof. Dr. KH. Sutan Nasomal, S.Pd.I., SE., SH., MH. saat menanggapi pertanyaan sejumlah Pemimpin Redaksi media cetak dan daring melalui sambungan telepon seluler, Selasa (29/7).
"Kita semua berharap setiap orang yang berusaha mencari rezeki dengan cara halal senantiasa mendapat dukungan penuh dari negara dan sejalan dengan ajaran agama. Namun fakta di lapangan menunjukkan daya beli masyarakat semakin melemah secara drastis. Ancaman kebangkrutan massal kini menjadi kenyataan yang tak bisa lagi diingkari," tegasnya.
Prof. Sutan Nasomal yang juga merupakan Pakar Hukum Internasional, Ekonom, serta Presiden Partai Oposisi Merdeka ini menyampaikan harapan dan laporan langsung kepada Presiden RI Prabowo Subianto agar segera menaruh perhatian besar terhadap nasib pelaku usaha kecil, baik di perkotaan maupun di pedesaan. Diperlukan regulasi ekonomi yang kuat dan tepat sasaran untuk memulihkan kembali daya beli masyarakat yang sehat.
Keluhan serupa disampaikan oleh Pak Ibad, pedagang soto di kawasan Jalan Sukasari I, Kota Bogor, yang mewakili rekan-rekan pedagang kecil lainnya. "Seringkali dagangan saya tidak laku sampai separuhnya. Selain sepi pembeli, harga bahan baku juga melonjak sangat tinggi. Kacang tanah yang biasanya Rp28.000 per kilogram kini sudah mencapai Rp40.000 per kilogram. Begitu juga sayuran naik hingga 30 persen," ungkapnya.
Kondisi serupa dirasakan pula oleh para pedagang di area sekitar Halte Sukasari. Sudah cukup lama daya beli masyarakat turun drastis, sehingga harga barang kebutuhan semakin mahal sementara kemampuan masyarakat untuk membelinya semakin terbatas.
Prof. Sutan Nasomal meyakini bahwa Presiden Prabowo Subianto tentu sudah mengetahui kondisi riil di lapangan. Kelemahan daya beli ini berdampak luas: banyak pedagang terpaksa gulung tikar, menumpuk utang, dan membebani kehidupan masyarakat semakin berat.
"Belum terlihat perubahan signifikan selama dua tahun terakhir. Diperlukan langkah strategis yang nyata agar masyarakat tetap bisa berusaha dan mencukupi kebutuhan hidupnya. Jangan biarkan rakyat semakin miskin dan kehilangan kemampuan untuk berwirausaha," imbuhnya.
Di akhir pernyataannya, masyarakat Bogor turut mendoakan agar Presiden RI senantiasa diberikan kesehatan, kekuatan, dan kebijaksanaan dalam memimpin pemulihan ekonomi nasional yang lebih baik dan adil bagi seluruh rakyat Indonesia.
Narasumber:
Prof. Dr. KH. Sutan Nasomal, S.Pd.I., SE., SH., MH.
Pakar Hukum Internasional – Ekonom – Presiden Partai Oposisi Merdeka – Jenderal Kompii – Ketua Umum Perkumpulan Advokat Muda Indonesia (PAMID) – Rektor STIH Profesor Sutan Nasomal SH MH – Pendiri/Pengasuh Ponpes ASS SAQWA PLUS – Ketua Umum YPLBH Profesor Dr Sutan Nasomal SH MH
Editor:
WIRA TAPAKTUAN 1984