Trending

Jaga Generasi Seniman dan Budawayan Muda, ISBI Aceh Gandeng BNN Aceh Perkuat Edukasi Anti Narkoba

Johan - Redaksi
Rabu, 19 Agustus 2026

Jaga Generasi Seniman dan Budawayan Muda, ISBI Aceh Gandeng BNN Aceh Perkuat Edukasi Anti Narkoba
Nasional

Katapoint.id I Jantho - Institut Seni Budaya Indonesia (ISBI) Aceh menggandeng Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Aceh untuk membekali mahasiswa baru dengan pemahaman mengenai bahaya penyalahgunaan narkotika, psikotropika, dan zat adiktif (NAPZA), serta ancaman judi online. Edukasi tersebut menjadi salah satu agenda penting dalam rangkaian Pengenalan Kehidupan Kampus bagi Mahasiswa Baru (PKKMB) ISBI Aceh Tahun 2026 yang berlangsung di Auditorium ISBI Aceh pada 18 Agustus 2026.


Mengangkat semangat “Menjaga Masa Depan Generasi Muda”, kegiatan ini dirancang untuk membangun kewaspadaan mahasiswa sejak awal memasuki dunia perkuliahan. Mahasiswa tidak hanya diperkenalkan dengan lingkungan akademik, tetapi juga dibekali pengetahuan mengenai berbagai ancaman sosial yang dapat merusak pendidikan, kesehatan, hingga masa depan mereka.


Materi disampaikan langsung oleh Kepala BNN Provinsi Aceh, Brigjen. Pol. Dr. Dedy Tabrani, S.I.K., M.Si. Dalam paparannya, Dedy menyoroti posisi geografis Aceh yang membutuhkan kewaspadaan tinggi terhadap peredaran narkotika. Menurutnya, generasi muda, termasuk mahasiswa, menjadi kelompok yang harus memiliki benteng pengetahuan dan kesadaran yang kuat agar tidak mudah menjadi sasaran peredaran maupun penyalahgunaan narkoba.


“Mahasiswa harus memahami bahwa ancaman narkoba itu nyata dan modusnya terus berkembang. Jangan merasa aman hanya karena tidak berhubungan langsung dengan pengguna narkoba. Peredarannya sekarang bisa masuk melalui lingkungan pertemanan, media sosial, bahkan berbagai bentuk yang terlihat biasa,” ujar Dedy.


Ia menjelaskan, pola peredaran narkoba saat ini semakin beragam. Penawaran dapat muncul melalui media sosial dan platform daring, bermula dari ajakan teman dengan alasan sekadar mencoba, hingga penyamaran zat terlarang dalam berbagai bentuk yang sulit dikenali. Kondisi tersebut, menurutnya, menuntut mahasiswa untuk memiliki kemampuan menolak, mengenali risiko, dan tidak mudah terpengaruh lingkungan.


“Jangan pernah mencoba dengan alasan penasaran. Banyak orang awalnya hanya ingin mencoba sekali, tetapi kemudian masuk dalam lingkaran ketergantungan yang merusak pendidikan, hubungan keluarga, kesehatan, bahkan masa depan,” tegasnya.

Dalam materinya, Dedy juga menguraikan sejumlah jenis narkotika dan obat-obatan yang kerap disalahgunakan, seperti ganja, sabu, ekstasi, hingga obat tertentu yang digunakan di luar kepentingan medis. 


Penyalahgunaan zat tersebut dapat berdampak terhadap konsentrasi belajar, pola tidur, kesehatan fisik, kondisi psikologis, hingga kemampuan seseorang mengambil keputusan secara rasional.


Tidak hanya narkoba, BNNP Aceh juga memberikan perhatian terhadap maraknya judi online di kalangan generasi muda. Dedy mengingatkan bahwa kemudahan akses melalui telepon pintar membuat mahasiswa dapat dengan cepat terpapar praktik perjudian digital yang pada akhirnya berpotensi menimbulkan masalah ekonomi, psikologis, dan sosial.


“Narkoba dan judi online sama-sama bisa menghancurkan masa depan. Keduanya sering dimulai dari rasa ingin tahu, kemudian menjadi kebiasaan dan akhirnya sulit dikendalikan. Karena itu, benteng pertama adalah diri sendiri, pengetahuan yang cukup, dan lingkungan pergaulan yang sehat,” katanya.


Mahasiswa baru pun didorong untuk mengisi masa perkuliahan dengan berbagai aktivitas produktif. Keterlibatan dalam organisasi kemahasiswaan, unit kegiatan mahasiswa, komunitas seni, kegiatan keagamaan, olahraga, aktivitas sosial, hingga forum diskusi dinilai menjadi ruang positif untuk membangun jejaring sekaligus menjaga kesehatan mental dan sosial selama berada di kampus.


Dedy juga menekankan pentingnya kemampuan mengelola tekanan dan stres dengan cara yang sehat. Menurutnya, mahasiswa akan menghadapi berbagai dinamika selama menempuh pendidikan, mulai dari tugas akademik, persoalan pergaulan, hingga tuntutan pribadi. Tekanan tersebut tidak boleh menjadi alasan untuk mencari pelarian melalui narkoba maupun judi online.


“Kalau menghadapi masalah, carilah jalan keluar yang sehat. Berdiskusi dengan teman, dosen, keluarga, berorganisasi, berkesenian, atau melakukan kegiatan positif jauh lebih baik daripada mencari pelarian yang justru menambah masalah baru,” pesannya.


Mengusung semangat “War on Drugs for Humanity”, kegiatan tersebut juga mengajak mahasiswa ISBI Aceh mengambil peran sebagai agen pencegahan di lingkungan kampus maupun masyarakat. Mereka diharapkan tidak hanya mampu melindungi diri sendiri, tetapi juga berani menyampaikan pesan-pesan edukatif kepada teman sebaya.


Di akhir sesi, mahasiswa baru terlihat aktif mengikuti forum tanya jawab. Sejumlah pertanyaan diajukan terkait modus baru peredaran narkoba, cara mengenali lingkungan yang berisiko, dampak judi online, hingga langkah yang dapat dilakukan mahasiswa ketika menemukan indikasi penyalahgunaan narkoba di sekitarnya.


Kehadiran BNNP Aceh dalam PKKMB 2026 menjadi bagian dari komitmen ISBI Aceh membangun lingkungan kampus yang sehat, aman, dan responsif terhadap berbagai persoalan generasi muda. Melalui pembekalan sejak awal masa studi, mahasiswa diharapkan tidak hanya tumbuh sebagai insan akademik dan kreatif, tetapi juga menjadi generasi yang memiliki ketahanan diri dalam menjaga masa depan dari ancaman narkoba dan judi online.

Komentar
Baca juga
katapoint.id, All rights reserved. | Designed By Rifal Agustiar