Katapoint.id - BANDA ACEH - Pemerintah Kabupaten Aceh Selatan melalui Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) terus berupaya mendorong percepatan pembangunan infrastruktur pengendalian banjir dan peningkatan jaringan irigasi di wilayah tersebut.
Kepala Dinas PUPR Aceh Selatan, Skar Fharaby, S.T., M.T., melakukan koordinasi dengan Kepala Balai Wilayah Sungai (BWS) Sumatera I, Ir. Asyari, S.T., M.M., M.T., Jumat, 6 November 2026.
Pertemuan tersebut membahas penyelarasan rencana induk penanganan bencana, khususnya sejumlah program strategis yang belum tertampung dalam pelaksanaan anggaran tahun 2026 agar dapat diusulkan untuk direalisasikan pada tahun 2027.
Salah satu program prioritas yang dibahas adalah pembangunan check dam di kawasan Ladang Rimba serta penataan kanal Sungai Lae Alas atau Lae Soraya yang berkaitan dengan upaya pengendalian banjir di kawasan Trumon Raya.
Kepala Dinas PUPR Aceh Selatan, Skar Fharaby, mengatakan koordinasi tersebut dilakukan untuk menyelaraskan kebutuhan pembangunan infrastruktur daerah dengan program yang menjadi kewenangan pemerintah pusat melalui BWS Sumatera I.
Pembangunan check dam Ladang Rimba dan penataan kanal Sungai Lae Soraya menjadi perhatian karena berkaitan dengan upaya penanganan banjir yang selama ini berulang melanda sejumlah kawasan di Aceh Selatan, terutama wilayah Trumon Raya.
Selain membahas infrastruktur pengendalian banjir, pertemuan tersebut juga menyoroti sinkronisasi data Jaringan Irigasi Air Tanah (JIAT) agar dapat diakomodasi melalui aplikasi Sistem Informasi Program Usulan Irigasi (SIPURI).
Sinkronisasi data tersebut diperlukan untuk memastikan kebutuhan pembangunan dan pengembangan jaringan irigasi di Aceh Selatan dapat masuk dalam sistem perencanaan program pemerintah pusat.
Dalam pertemuan yang sama, Dinas PUPR Aceh Selatan turut berkonsultasi mengenai kebutuhan usulan Program Percepatan Peningkatan Tata Guna Air Irigasi (P3-TGAI) yang diajukan kelompok tani di sejumlah wilayah Kabupaten Aceh Selatan.
Usulan tersebut berkaitan dengan pengembangan dan peningkatan sarana irigasi pertanian yang dipantau melalui sistem monitoring P3-TGAI. Program P3-TGAI merupakan salah satu upaya peningkatan fungsi jaringan irigasi dengan melibatkan masyarakat petani dalam pelaksanaan kegiatan.
Melalui program tersebut, kelompok tani diharapkan dapat memperoleh dukungan untuk memperbaiki dan meningkatkan jaringan irigasi guna menunjang kebutuhan air bagi lahan pertanian.
Koordinasi dengan BWS Sumatera I ini juga menjadi bagian dari langkah Pemerintah Kabupaten Aceh Selatan dalam memperkuat sinergi dengan pemerintah pusat, baik dalam penanganan banjir maupun pembangunan infrastruktur pendukung sektor pertanian. Sebelumnya, pada Rabu, 4 November 2026,
Kepala Dinas PUPR Aceh Selatan, Skar Fharaby, juga telah menyampaikan kebutuhan pembangunan check dam Ladang Rimba dan penataan kanal Sungai Lae Soraya kepada
Kepala Pos Komando Nasional Satuan Tugas Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi (Satgas PRR), Irjen Pol Wahyu Bintono Haribawono, saat melakukan kunjungan ke kawasan Trumon Raya.
Kedua program tersebut dinilai penting untuk mendukung penanganan banjir secara lebih menyeluruh, mulai dari kawasan hulu hingga hilir sungai.
Melalui koordinasi lanjutan dengan BWS Sumatera I, Pemerintah Kabupaten Aceh Selatan berharap program-program strategis yang belum terakomodasi pada tahun 2026 dapat menjadi perhatian dalam penyusunan dan pelaksanaan program tahun anggaran 2027.[]
Satu Jam Sebulan, Berjuta Manfaat untuk Sesama: Bupati Aceh Selatan Dukung Gerakan Pegawai Nyambi Sosial
Tindak Lanjut Arahan Bupati, Dinkes dan RSUD Yuliddin Away Perkuat Koordinasi Penanganan Rehan, Anak 10 Tahun yang Mengalami Kelumpuhan
Bupati Aceh Selatan Kunjungi Rumah Rehan, Bocah 10 Tahun yang Enam Tahun Tak Bisa Berjalan hingga Putus Sekolah
Mualem–Dek Fadh Dorong Pusat Tuntaskan Tiga Persoalan Strategis Aceh: Dana Otsus, Bendera Aceh, dan Lapangan Blang Padang