Katapoint.id - Bulan Ramadhan adalah bulan yang penuh keberkahan, ampunan, dan rahmat dari Allah SWT. Di dalamnya, setiap amal kebaikan dilipatgandakan pahalanya. Shalat, baik yang wajib maupun sunnah, memiliki kedudukan yang sangat istimewa. Ramadhan menjadi momentum terbaik untuk memperbaiki kualitas dan menambah kuantitas shalat kita.
Allah SWT berfirman dalam Al-Qur’an: “Sesungguhnya shalat itu mencegah dari perbuatan keji dan munkar.” (QS. Al-Qur'an Surah Al-‘Ankabut: 45)
Ayat ini menegaskan bahwa shalat bukan sekadar gerakan fisik, tetapi memiliki dampak besar terhadap akhlak dan kehidupan seseorang.
1. Keutamaan Shalat Wajib di Bulan Ramadhan
Shalat wajib lima waktu adalah tiang agama. Di bulan Ramadhan, nilainya semakin agung karena dilakukan dalam suasana iman dan ketaatan. Rasulullah ﷺ bersabda: “Shalat lima waktu, dari Jumat ke Jumat, dan dari Ramadhan ke Ramadhan adalah penghapus dosa di antara keduanya selama tidak melakukan dosa besar.” (HR. Muslim)
Hadis ini menunjukkan bahwa Ramadhan menjadi momentum penyucian diri, dan shalat adalah sarana utama penghapus dosa.
Hikmahnya Adalah membersihkan hati dari dosa,menenangkan jiwa, menguatkan hubungan dengan Allahdan menjadikan hidup lebih teratur dan disiplin.
2. Keutamaan Shalat Sunnah Rawatib dan Shalat Sunnah Lainnya
Selain shalat wajib, Ramadhan adalah waktu terbaik untuk menghidupkan shalat sunnah, seperti:
• Shalat Rawatib (qabliyah dan ba’diyah)
• Shalat Dhuha
• Shalat Tahajud
• Shalat Witir
• Shalat Tarawih
Rasulullah ﷺ bersabda: “Barang siapa mendirikan shalat (Tarawih) di bulan Ramadhan karena iman dan mengharap pahala, maka diampuni dosa-dosanya yang telah lalu.” (HR. Bukhari dan Muslim)
Shalat sunnah menjadi penyempurna kekurangan dalam shalat wajib. Dalam bulan Ramadhan, pahala shalat sunnah dapat menyamai pahala shalat wajib di luar Ramadhan, sebagaimana disebutkan dalam berbagai riwayat tentang keutamaan amal di bulan ini.
Hikmahnya adalah menambah kedekatan dengan Allah, mengisi waktu dengan ibadah yang bernilai tinggi dan menjadi tanda kecintaan seorang hamba kepada Rabb-nya.
3. Ganjaran Shalat Berjamaah
Shalat berjamaah memiliki keutamaan yang sangat besar dibandingkan shalat sendiri. Rasulullah ﷺ bersabda: “Shalat berjamaah lebih utama daripada shalat sendirian dengan dua puluh tujuh derajat.” (HR. Bukhari dan Muslim)
Di bulan Ramadhan, masjid-masjid dipenuhi jamaah yang ingin meraih pahala berlipat ganda. Shalat berjamaah melatih: Persatuan umat, kebersamaan, persaudaraan Islam dan disiplin waktu
Ramadhan mengajarkan bahwa kebersamaan dalam ibadah memperkuat ukhuwah dan memperbesar pahala.
4. Menghidupkan Shalat Malam di Bulan Ramadhan
Salah satu keistimewaan Ramadhan adalah shalat malam (Tarawih dan Tahajud).
Rasulullah ﷺ bersabda:
“Barang siapa yang berdiri (shalat malam) pada bulan Ramadhan karena iman dan mengharap pahala, maka diampuni dosa-dosanya yang telah lalu.”
(HR. Bukhari dan Muslim)
Shalat malam memiliki keutamaan besar karena dilakukan dalam suasana sunyi, penuh keikhlasan dan penghambaan. Ia menjadi sarana untuk menguatkan spiritualitas, mendekatkan diri kepada Allah, dan menghidupkan hati yang lalai
5. Meraih Kekhusyukan dalam Shalat
Allah SWT berfirman: “Sungguh beruntung orang-orang yang beriman, (yaitu) mereka yang khusyuk dalam shalatnya.” (QS. Al-Qur'an Surah Al-Mu’minun: 1–2)
Khusyuk berarti hadirnya hati, merasakan keagungan Allah, dan memahami bacaan shalat.
Cara Meraih Khusyuk Adalah Memahami arti bacaan shalat, Menghadirkan hati sebelum takbiratul ihram, Menyempurnakan gerakan sesuai tuntunan Nabi, dan Menjauhi gangguan pikiran duniawi.
Shalat yang benar gerakan dan bacaannya akan menghadirkan ketenangan dan solusi atas berbagai permasalahan hidup.
6. Implementasi Gerakan dan Bacaan Shalat dalam Kehidupan Sehari-hari
Hakikat gerakan shalat bukan sekadar aktivitas fisik, tetapi simbol pendidikan spiritual. Shalat bukan hanya ritual, tetapi pendidikan karakter.
a. Salam
Dalam shalat kita mengucapkan “Assalamu’alaikum warahmatullah”. Ini mengajarkan kita untuk menebarkan keselamatan. Rasulullah ﷺ bersabda: “Sebarkanlah salam di antara kalian.” (HR. Muslim)
Salam menjadi doa keselamatan dunia dan akhirat serta mempererat persaudaraan.
b. Istighfar
Setelah shalat kita dianjurkan membaca istighfar. Ini mengajarkan kerendahan hati dan pengakuan atas kekurangan. Allah SWT berfirman: “Dan mohonlah ampun kepada Allah, sungguh Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.” (QS. Al-Qur'an Surah Al-Muzzammil: 20)
Istighfar yang rutin membersihkan hati dan membuka pintu rezeki serta kemudahan hidup.
c. Berdiri (Qiyam): Melambangkan kesiapan dan kesungguhan dalam menghadap Allah. Dalam kehidupan, kita diajarkan untuk tegak dalam kebenaran.
d. Rukuk: Simbol kerendahan hati. Dalam hidup, kita diajarkan untuk tidak sombong meskipun memiliki kedudukan atau harta.
e. Sujud: Simbol kepasrahan total. Saat dahi menyentuh tanah, manusia menyadari bahwa ia lemah tanpa pertolongan Allah.
f. Duduk; Mengajarkan ketenangan dan menyebarkan kedamaian kepada sesama. Jika gerakan ini dipahami maknanya, maka shalat akan membentuk karakter yang sabar, rendah hati, dan penuh kasih.
g. Disiplin dan Ketertiban: Gerakan shalat yang teratur melatih kedisiplinan, ketenangan, dan kesabaran dalam kehidupan sehari-hari.
7. Shalat sebagai Solusi Permasalahan Hidup
Shalat bukan sekadar kewajiban ritual lima waktu, tetapi ia adalah kebutuhan ruhani manusia. Ketika seseorang benar-benar memahami hakikat shalat, ia akan merasakan bahwa shalat adalah tempat kembali, tempat mengadu, tempat mencari ketenangan, dan tempat menemukan solusi atas setiap persoalan hidup. Allah SWT berfirman: “Jadikanlah sabar dan shalat sebagai penolongmu.” (QS. Al-Qur'an Surah Al-Baqarah: 45)
Hakikat shalat adalah komunikasi langsung antara seorang hamba dengan Rabb-nya. Dalam shalat, kita berdiri di hadapan Allah, membaca firman-Nya, memuji-Nya, memohon ampun kepada-Nya, dan bersujud sebagai tanda ketundukan total. Rasulullah ﷺ bersabda: “Posisi seorang hamba yang paling dekat dengan Rabb-nya adalah ketika ia sedang sujud.” (HR. Muslim)
Shalat adalah tempat mengadu, tempat menguatkan hati, dan tempat mencari pertolongan. Banyak permasalahan hidup menjadi ringan ketika hati telah dekat dengan Allah melalui shalat yang khusyuk.
8. Hikmah dan Keutamaan Shalat di Bulan Ramadhan
1. Melipatgandakan pahala.
2. Menghapus dosa-dosa.
3. Menenangkan jiwa.
4. Menguatkan iman dan takwa.
5. Menjadi cahaya di dunia dan akhirat.
6. Membentuk akhlak mulia.
7. Menjadi jalan menuju surga.
Penutup: Ajakan Meningkatkan Kualitas dan Kuantitas Shalat
Ramadhan adalah madrasah ruhani. Jangan biarkan ia berlalu tanpa perubahan dalam ibadah kita. Sebagai salah satu Penyuluh Agama Islam di KUA Tapaktuan, kami mengajak diri kami pribadi dan seluruh masyarakat untuk bersama-sama meningkatkan kualitas dan kuantitas shalat kita.
Kualitas shalat berarti kita memperbaiki:
• Bacaan agar sesuai dengan tuntunan.
• Gerakan agar sempurna dan tuma’ninah.
• Kekhusyukan dengan menghadirkan hati dan memahami makna bacaan.
• Keikhlasan hanya karena Allah SWT.
Sedangkan kuantitas shalat berarti:
• Menjaga shalat wajib tepat waktu dan berjamaah.
• Menghidupkan shalat sunnah rawatib.
• Membiasakan shalat dhuha dan tahajud.
• Menghidupkan malam dengan qiyamul lail, khususnya di bulan Ramadhan.
Allah SWT berfirman:
“Sungguh beruntung orang-orang yang beriman, (yaitu) mereka yang khusyuk dalam shalatnya.”
(QS. Al-Qur'an Surah Al-Mu’minun: 1–2)
Shalat bukan hanya kewajiban, tetapi kebutuhan. Shalat bukan hanya gerakan, tetapi pembinaan akhlak. Jika shalat kita baik, maka insyaAllah kehidupan kita juga akan menjadi lebih baik, penuh keberkahan, ketenangan, dan kemudahan dalam menghadapi berbagai persoalan.
Marilah kita jadikan shalat sebagai tiang kehidupan, sebagai cahaya dalam keluarga, dan sebagai kekuatan dalam membangun masyarakat Tapaktuan yang religius, damai, dan penuh keberkahan.
Semoga Allah SWT membimbing kita untuk senantiasa menjaga shalat hingga akhir hayat kita.
Dan juga semoga Ramadhan kali ini menjadikan kita hamba-hamba yang semakin dekat kepada Allah SWT, dan shalat kita benar-benar menjadi penolong di dunia dan akhirat. Aamiin ya Rabbal ‘Alamin.[]
Penulis: Muhammad Ali Akbar, S.Pd.I., M.Pd.I.
Penyuluh Agama Islam KUA Tapaktuan
Peringati Isra' Mi'raj Masyarakat Sawang II Undang Teuku Ismail, " Sebagai Langkah Persiapan Diri Menyambut Bulan Suci Ramadhan"
Memaknai Perjuangan Rasulullah, SMP Negeri 1 Meukek Jalankan Maulid Tahunan "Muhammad Adalah Sang Idola"
Abu Muda Syukri Wali Sambut Kunjungan Komandan Satuan Brimob Polda Aceh Kombes Pol. Zuhdi Batubara,di Dayah Nur Yaqdhah