Trending

SIRADH: Menyemai Spirit Ramadhan dari Masjid ke Masyarakat "Ramadhan sebagai Momentum Penguatan Umat"

Yong - Redaksi
Rabu, 25 Februari 2026

SIRADH: Menyemai Spirit Ramadhan dari Masjid ke Masyarakat "Ramadhan sebagai Momentum Penguatan Umat"
Agama/Religi

24 views

Katapoint.id - Bulan Ramadhan bukan sekadar ritual tahunan, tetapi momentum besar untuk membangun kembali hubungan antara umat dan nilai-nilai ilahiah. Di bulan inilah ruh keimanan dipertajam, kepedulian sosial diasah, dan ukhuwah Islamiyah dipererat. Setiap langkah kebaikan di bulan suci ini bernilai lebih, bukan hanya di sisi Allah, tetapi juga dalam kehidupan sosial kemasyarakatan.

Dalam konteks pelayanan keagamaan, Ramadhan menjadi ruang strategis bagi lembaga keagamaan untuk hadir lebih dekat dengan umat. Dakwah tidak cukup disampaikan dari balik mimbar, tetapi harus menyentuh denyut kehidupan masyarakat. Kehadiran langsung di tengah jamaah, shalat berjamaah bersama, serta dialog keagamaan yang hangat menjadi kunci keberhasilan pembinaan umat.

Atas dasar semangat tersebut, Kantor Urusan Agama Tapaktuan pada Ramadhan 1447 Hijriyah / 2026 Masehi tidak hanya melanjutkan program Dinul Islam di sekolah-sekolah dan pembinaan warga binaan Rumah Tahanan Kelas II B Tapaktuan, tetapi juga menghadirkan inovasi dakwah melalui program SIRADH (Safari Ramadhan) yang melibatkan seluruh staf KUA.

Program ini menjadi simbol kebersamaan dan komitmen pelayanan umat, di mana aparatur KUA tidak hanya berperan secara administratif, tetapi juga turun langsung membaur dengan masyarakat, menghidupkan masjid dan mushalla, serta membangun komunikasi keagamaan yang harmonis.

SIRADH: Dakwah yang Menyapa dari Gampong ke Gampong

Program SIRADH dilaksanakan di tujuh gampong yang telah terjadwal. Kegiatan diawali dengan silaturrahmi bersama warga, dilanjutkan dengan shalat Zuhur berjamaah di masjid atau mushalla setempat, serta penyampaian tausiyah Ramadhan. Pola ini menunjukkan bahwa dakwah bukan hanya berbicara, tetapi juga memberi teladan melalui kebersamaan dalam ibadah.

Kegiatan perdana SIRADH dilaksanakan pada Senin, 23 Februari 2026, bertempat di Mushalla Baitunnur, Gampong Lhok Bengkuang. Pada kesempatan ini, tausiyah disampaikan oleh Zurnalis, M.Ag. Penyuluh Agama Islam, yang menguraikan secara mendalam tentang keutamaan bulan Ramadhan sebagai bulan pendidikan ruhani dan pengampunan dosa.

SIRADH kedua dilaksanakan pada Selasa, 24 Februari 2026, bertempat di Masjid At-Taqwa, Gampong Panton Luas, dengan penceramah Muhammad Ali Akbar, Penyuluh Agama Islam. Selanjutnya, SIRADH ketiga dijadwalkan pada Kamis, 26 Februari 2026, di Mushalla Hayatul Iman, Gampong Hilir, sebagai kelanjutan dakwah Ramadhan yang menyentuh akar masyarakat.

Keutamaan Ramadhan: Bulan Pembersih Jiwa

Dalam SIRADH perdana, ditegaskan bahwa Ramadhan adalah bulan yang Allah muliakan dengan ampunan dan keberkahan. Allah berfirman:

“Wahai orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kamu agar kamu bertakwa.” (QS. Al-Baqarah: 183)

Ayat ini menegaskan bahwa tujuan utama Ramadhan adalah melahirkan insan bertakwa, bukan sekadar menahan lapar dan dahaga. Ramadhan adalah madrasah jiwa, tempat umat Islam dilatih untuk mengendalikan hawa nafsu dan memperbaiki hubungan dengan Allah serta sesama manusia.

Rasulullah ﷺ bersabda:

“Barang siapa berpuasa Ramadhan dengan iman dan mengharap pahala, maka diampuni dosa-dosanya yang telah lalu.” (HR. Bukhari dan Muslim)

Meningkatkan Shalat: Tiang Kehidupan Seorang Mukmin

Dalam SIRADH kedua, ditekankan bahwa amalan utama Ramadhan adalah meningkatkan kualitas dan kuantitas shalat, baik wajib maupun sunnah. Shalat berjamaah menjadi simbol persatuan umat dan sarana membangun kedisiplinan spiritual.

Allah berfirman:

“Dan dirikanlah shalat, sesungguhnya shalat itu mencegah dari perbuatan keji dan mungkar.” (QS. Al-‘Ankabut: 45)

Shalat bukan hanya kewajiban, tetapi benteng moral yang menjaga seorang mukmin dari kerusakan akhlak.

Al-Qur’an: Cahaya yang Harus Dihidupkan

Ramadhan adalah bulan Al-Qur’an. Interaksi intensif dengan Al-Qur’an—membaca, menghafal, dan mengamalkan—isinya merupakan ruh Ramadhan itu sendiri. Allah berfirman:

“Bulan Ramadhan adalah bulan yang di dalamnya diturunkan Al-Qur’an sebagai petunjuk bagi manusia.” *(QS. Al-Baqarah: 185)*

Rasulullah ﷺ adalah teladan terbaik dalam berinteraksi dengan Al-Qur’an, terutama di bulan Ramadhan, di mana beliau semakin memperbanyak tilawah dan tadabbur.

Sedekah: Energi Sosial Ramadhan

Amalan ketiga yang ditekankan adalah memperbanyak sedekah. Ramadhan mengajarkan empati dan kepedulian terhadap sesama. Rasulullah ﷺ bersabda:

“Rasulullah adalah orang yang paling dermawan, dan kedermawanannya paling tampak pada bulan Ramadhan.” (HR. Bukhari dan Muslim)

Sedekah tidak hanya membersihkan harta, tetapi juga menumbuhkan solidaritas sosial dan menghadirkan keberkahan dalam kehidupan masyarakat.

Penutup: SIRADH sebagai Ikhtiar Membangun Aura Positif Umat

Program SIRADH KUA Tapaktuan bukan sekadar agenda Ramadhan, tetapi ikhtiar strategis membangun hubungan spiritual dan sosial antara aparatur KUA dan masyarakat. Kehadiran langsung di tengah umat, shalat berjamaah, dan dialog keagamaan menciptakan aura positif yang menenangkan dan menumbuhkan kepercayaan.

Semoga SIRADH menjadi wasilah meningkatnya semangat ibadah, kokohnya ukhuwah, serta terbangunnya masyarakat yang religius dan harmonis. Dan semoga pula, Ramadhan ini benar-benar menjadi jalan perubahan menuju pribadi dan masyarakat yang lebih bertakwa. Aamiin.[]

Sumber: KUA TAPAKTUAN

Editor: Penyuluh Agama Islam 

Komentar
Baca juga
katapoint.id, All rights reserved. | Designed By Rifal Agustiar