Trending

Pendidikan Politik Partai Aceh Bahas 21 Tahun Perdamaian Aceh Pasca MoU Helsinki

Yong - Redaksi
Rabu, 14 Oktober 2026

Pendidikan Politik Partai Aceh Bahas 21 Tahun Perdamaian Aceh Pasca MoU Helsinki
Politik

Katapoint.id - Aceh Timur — Partai Aceh (PA) menggelar kegiatan pendidikan politik dengan mengangkat tema “21 Tahun Perdamaian Aceh Pasca MoU Helsinki” yang berlangsung pada 9–10 Oktober 2026 di Idi, Kabupaten Aceh Timur.

Kegiatan tersebut menjadi momentum untuk merefleksikan perjalanan perdamaian Aceh selama lebih dari dua dekade sekaligus memperkuat pemahaman politik, kebangsaan, serta peran generasi muda dalam menjaga keberlanjutan perdamaian Aceh.

Pendidikan politik ini diikuti oleh sejumlah kader, pengurus, serta elemen masyarakat yang memiliki perhatian terhadap perjalanan politik dan pembangunan Aceh pasca penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) Helsinki pada 15 Agustus 2005.

Ketua panitia kegiatan sekaligus Ketua DPW Partai Aceh Aceh Timur, Tgk. Azhari M. Nur Haji Maop, mengatakan pendidikan politik menjadi bagian penting dalam membangun kesadaran politik kader dan masyarakat, khususnya generasi muda Aceh.

Menurutnya, perdamaian Aceh bukan hanya sebuah catatan sejarah, tetapi merupakan amanah yang harus terus dijaga dan diisi dengan pembangunan, persatuan, serta peningkatan kesejahteraan masyarakat.

“Dua puluh satu tahun perdamaian Aceh adalah perjalanan panjang yang harus kita syukuri dan kita jaga bersama. Perdamaian bukanlah akhir dari perjuangan, tetapi menjadi fondasi bagi kita untuk membangun Aceh yang lebih baik,” ujar Tgk. Azhari.

Ia menekankan bahwa pendidikan politik juga penting untuk memastikan generasi muda memahami sejarah perjuangan Aceh, proses perdamaian, serta dinamika politik Aceh setelah MoU Helsinki.

“Generasi muda harus mengetahui dari mana kita berasal, bagaimana perdamaian ini diperjuangkan, dan ke mana Aceh akan kita bawa ke depan. Jangan sampai sejarah perdamaian Aceh hanya menjadi cerita, tetapi harus menjadi nilai yang membentuk karakter dan arah perjuangan generasi berikutnya,” katanya.

Dalam kegiatan tersebut, peserta juga diajak mendiskusikan berbagai tantangan Aceh pascaperdamaian, mulai dari pembangunan daerah, penguatan sumber daya manusia, ekonomi masyarakat, hingga pentingnya menjaga persatuan di tengah dinamika politik.

Kegiatan pendidikan politik ini juga menjadi ruang silaturahmi dan konsolidasi bagi kader serta simpatisan Partai Aceh di Aceh Timur.

Partai Aceh memandang bahwa keberlanjutan perdamaian membutuhkan keterlibatan seluruh elemen masyarakat. Karena itu, generasi muda dinilai memiliki posisi strategis dalam menjaga stabilitas, mengawal pembangunan, serta memastikan semangat perdamaian tetap hidup di tengah masyarakat.

Momentum 21 tahun perdamaian Aceh pasca MoU Helsinki diharapkan tidak hanya menjadi kegiatan seremonial, tetapi menjadi kesempatan untuk melakukan refleksi bersama mengenai apa yang telah dicapai dan apa yang masih menjadi pekerjaan rumah Aceh ke depan.

Dengan semangat perdamaian, persatuan, dan pembangunan, seluruh elemen Aceh diharapkan dapat terus memperkuat komitmen untuk menjaga Aceh tetap aman, damai, bermartabat, dan sejahtera.

“Perdamaian adalah warisan untuk generasi hari ini dan amanah untuk generasi yang akan datang.”[]

Komentar
Baca juga
katapoint.id, All rights reserved. | Designed By Rifal Agustiar