Katapoint.id - ACEH SELATAN – Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang pemerintah salurkan melalui dapur SPPG membawa berkah tersendiri bagi pedagang ikan kecil. Salah satunya Fahmi, pemilik UD. Aneuk Meugee, yang menjadi penyedia ikan untuk SPPG Ujung Padang Asahan. Ia menilai program ini telah membantu usahanya tetap berjalan.
Namun, wacana pengalihan penyaluran MBG dari SPPG ke kantin sekolah membuat Fahmi khawatir. Menurutnya, jika pemerintah menerapkan skema itu, pedagang kecil seperti dirinya berisiko kehilangan akses pasar yang selama ini menopang penghasilan.
"Sejak jadi pemasok ikan di SPPG Ujung Padang Asahan, ekonomi kami sangat terbantu. Penghasilan meningkat, ikan yang kami pasok selalu terserap, usaha kami jadi lebih stabil. Kalau MBG dialihkan ke kantin sekolah, kami khawatir kehilangan pasar utama. Jangan sampai program yang sudah membantu pedagang kecil ini justru pemerintah pindahkan ke mekanisme yang mempersempit ruang kami," ujar Fahmi, Kamis (10/9/2026).
Fahmi menuturkan, SPPG Ujung Padang Asahan membuka kesempatan bagi pelaku usaha lokal untuk masuk dalam rantai pasok program pemerintah. Ia pun merasakan langsung manfaat ekonominya.
"Penghasilan kami meningkat sejak menjadi pemasok tetap di dapur SPPG Ujung Padang Asahan. Ikan yang kami pasok selalu terserap, dan itu membuat usaha kami bertahan, bahkan berkembang. Kalau tidak ada SPPG, belum tentu kami punya pasar sebesar ini," tuturnya.
Ia menambahkan, keberadaan SPPG Ujung Padang Asahan juga berdampak pada tenaga kerja yang ia pekerjakan. Permintaan yang stabil membuat aktivitas usaha tetap hidup.
"Kami bisa tetap mempekerjakan orang, menjaga kualitas ikan, dan mengatur pasokan dengan tenang. Semua itu karena permintaan dari SPPG Ujung Padang Asahan berjalan lancar setiap hari," ujarnya.
Lebih lanjut, Fahmi berharap pemerintah tidak terburu-buru mengubah mekanisme penyaluran MBG. Menurutnya, jika ada kekurangan dalam pelaksanaan SPPG, cukup pemerintah mengevaluasi dan membenahi tanpa harus mengganti sistemnya.
"Kami tidak menutup mata kalau SPPG masih punya kekurangan. Tapi jangan langsung diganti ke kantin sekolah. Cukup dibenahi, dan pedagang lokal seperti kami tetap libatkan," tegasnya.
Begitupun, ia juga menyatakan kesiapannya terus menjadi pemasok ikan untuk kebutuhan MBG. Fahmi berkomitmen menjaga kualitas dan standar yang pemerintah tetapkan.
"Kami siap pasok ikan segar dengan kualitas terbaik. Yang penting kerja samanya jelas, terbuka, dan menguntungkan semua pihak, terutama kami sebagai pedagang kecil," tandasnya.[]