Katapoint.id - Akademisi dan Analis Kebijakan Publik Universitas Syiah Kuala (USK) Nasrul Zaman, mendesak Gubernur Aceh segera melakukan evaluasi total dan perombakan (reshuffle) terhadap komposisi Tim PoD Pemerintah Aceh. Banda Aceh 5/6/2026.
Desakan ini menyusul kegagalan total tim daerah dalam meyakinkan Mubadala Energy dan SKK Migas pada pertemuan 26 Februari lalu terkait pemanfaatan KEK Arun.
Nasrul menilai Tim PoD Aceh saat ini sangat lemah dalam penguasaan teknis ekonomi-migas (techno-economic analysis) dan diplomasi energi tingkat global.
Meskipun didukung modal politik UUPA yang kuat, tim daerah gagal menyajikan argumen bisnis tandingan yang mampu mematahkan alasan efisiensi biaya skema FPSO yang diajukan Mubadala.
"Aceh tidak bisa mengirim perunding yang tidak menguasai kalkulasi bisnis makro ke Jakarta. Kita membutuhkan darah baru di Tim PoD: para pakar ekonomi energi independen, praktisi hulu migas, dan ilmuwan murni yang tajam serta berintegritas," ungkap Nasrul Zaman.
Nasrul mengingatkan bahwa ketergantungan pada retorika politik tanpa kekuatan data hanya akan membuat Aceh terus didepak dari ruang keputusan strategis nasional.
Evaluasi tim ini menjadi krusial agar hak moral rakyat Aceh atas Blok Andaman sebagai penerima manfaat utama (primary beneficiary) dapat dipertahankan secara ilmiah, legal, dan bermartabat di meja perundingan berikutnya.[]
Enam Warga Negara Asing Asal Tiongkok Ditemukan Berada di Kecamatan Kluet Tengah, Aparat Lakukan Klarifikasi dan Pemeriksaan
HMP2T Apresiasi Kacabdin Aceh Selatan dan Kadisdik Aceh atas Penyelesaian Permasalahan di SMAN 1 Trumon
Kapolres Aceh Selatan Ajak Masyarakat Bersatu Cegah Karhutla, Wujudkan Aceh Selatan Hijau dan Bebas Asap
Air Kembali Mengalir, Keuchik Gampong Ruak Apresiasi Gerak Cepat Bupati Aceh Selatan Tangani Persoalan Irigasi Gunung Pudung