Trending

Peneliti BIMA Kemendiktisaintek Polteksim gelar FGD Dorong Kebijakan Eco-Fishing Port Berbasis Mitigasi Bencana di Simeulue

Redaksi - Admin
Kamis, 16 Juli 2026

Peneliti BIMA Kemendiktisaintek Polteksim gelar FGD Dorong Kebijakan Eco-Fishing Port Berbasis Mitigasi Bencana di Simeulue
Daerah

Katapoint.id - Sinabang, 15 Juli 2026 – Tim Peneliti Program Pendanaan BIMA 2026 melaksanakan Focus Group Discussion (FGD) sebagai bagian dari penelitian berjudul "Model Integrasi Mitigasi Bencana dalam Eco-Fishing Port di Pelabuhan Perikanan Teluk Sinabang, Aceh." Kegiatan berlangsung pada Rabu, 15 Juli 2026, pukul 08.00–16.30 WIB di Aula Pelabuhan Perikanan Teluk Sinabang, Kabupaten Simeulue, Aceh.


FGD menjadi forum strategis yang mempertemukan berbagai pemangku kepentingan untuk mendiskusikan kondisi eksisting Pelabuhan Perikanan Teluk Sinabang, tantangan pengelolaan pelabuhan di wilayah rawan bencana, serta peluang penerapan konsep Eco-Fishing Port yang berkelanjutan dan tangguh terhadap bencana.


Kegiatan ini dihadiri oleh berbagai stakeholder, diantaranya Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Kabupaten Simeulue, Supriman Juliansyah, S.Pi., M.M.; Kepala Pelabuhan Perikanan Teluk Sinabang, Petrus Hutauruk, S.Pt.; Panglima Laot Kabupaten Simeulue, Nurdin; Nelayan Kab. SImeulue; akademisi Politeknik Kepulauan Simeulue, Carles, S.T.Pi., M.Si.; serta berbagai stakeholder terkait yang memiliki peran dalam pengelolaan sektor perikanan dan kebencanaan di Kabupaten Simeulue.


Ketua Tim Peneliti, Setiadi M Noor, S.Pi., M.Si., menjelaskan bahwa penelitian ini bertujuan menghasilkan model pengembangan pelabuhan perikanan yang tidak hanya mendukung aktivitas ekonomi perikanan, tetapi juga mampu meningkatkan kesiapsiagaan terhadap potensi bencana di wilayah pesisir.


"Kegiatan ini bertujuan untuk memperoleh masukan, pengalaman, serta rekomendasi dari para pemangku kepentingan terkait kondisi eksisting pelabuhan, potensi risiko bencana, upaya mitigasi yang telah dilakukan, serta pengembangan konsep Eco-Fishing Port di Pelabuhan Perikanan Teluk Sinabang. Hasil penelitian ini diharapkan dapat menjadi rekomendasi kebijakan bagi Pemerintah Kabupaten Simeulue dalam mewujudkan pelabuhan perikanan yang aman, berkelanjutan, dan berketahanan terhadap bencana," ujar Setiadi.


Selama diskusi, peserta menyampaikan berbagai masukan mengenai kondisi infrastruktur pelabuhan, sistem peringatan dini, kesiapsiagaan nelayan, pemanfaatan kearifan lokal SMONG Simeulue dalam mitigasi bencana, pengelolaan lingkungan pelabuhan, serta penguatan koordinasi antarinstansi dalam menghadapi ancaman bencana alam, khususnya gempa bumi dan tsunami yang menjadi karakteristik wilayah Kepulauan Simeulue.


Melalui FGD ini, diharapkan tersusun rekomendasi yang komprehensif sebagai dasar penyusunan model integrasi mitigasi bencana dalam pengembangan Eco-Fishing Port di Pelabuhan Perikanan Teluk Sinabang. Model tersebut diharapkan dapat menjadi referensi bagi pemerintah daerah dan para pengelola pelabuhan dalam meningkatkan keselamatan, keberlanjutan lingkungan, serta daya saing sektor perikanan di Kabupaten Simeulue.


Penelitian ini merupakan bagian dari Program Pendanaan Penelitian BIMA Tahun 2026 yang mendukung pengembangan riset terapan sebagai dasar penyusunan kebijakan berbasis ilmiah dalam pembangunan sektor kelautan dan perikanan yang berkelanjutan di Indonesia.[]

Komentar
Baca juga
katapoint.id, All rights reserved. | Designed By Rifal Agustiar