Katapoint.id I Jantho - Dosen Institut Seni Budaya Indonesia (ISBI) Aceh melaksanakan kegiatan pengabdian kepada masyarakat melalui program Pemberdayaan Komunitas Literasi MSBS melalui Pendampingan Penulisan dan Digitalisasi Cerita Anak Bermuatan Budaya Lokal. Program tersebut mendapat pendanaan BIMA melalui skema Pemberdayaan Kemitraan Masyarakat, Jum’at , 21/08/26.
Kegiatan ini dilaksanakan oleh tim pengabdian yang diketuai Muhammad Tahir, M.S., bersama anggota Achmad Zaki, M.A. dan Lismalinda, S.Pd., M.A. Program tersebut diarahkan untuk memperkuat kapasitas komunitas literasi MSBS dalam menghasilkan cerita anak yang tidak hanya menarik secara naratif, tetapi juga memiliki muatan budaya lokal.
Muhammad Tahir mengatakan, program pengabdian tersebut berangkat dari keresahan tim terhadap masih minimnya bacaan anak yang menghadirkan kekayaan budaya lokal sebagai bagian penting dalam cerita. Padahal, menurutnya, cerita anak dapat menjadi salah satu media efektif untuk memperkenalkan identitas, nilai, dan pengetahuan budaya kepada generasi muda.
“Kami melihat cerita anak yang tersedia cukup banyak, tetapi belum semuanya menghadirkan unsur budaya lokal yang dekat dengan kehidupan anak-anak. Dari keresahan itulah kami tergerak untuk mendampingi komunitas MSBS agar mampu melahirkan cerita anak yang menarik, kreatif, tetapi tetap berakar pada budaya sendiri,” kata Muhammad Tahir.
Ia berharap pendampingan tersebut tidak berhenti pada peningkatan kemampuan teknis menulis semata. Lebih dari itu, peserta diharapkan memiliki kepekaan untuk menggali tradisi, cerita rakyat, permainan tradisional, lingkungan sosial, nilai-nilai kehidupan, serta berbagai kearifan lokal sebagai sumber penciptaan karya.
Dalam pelaksanaannya, peserta mendapatkan pendampingan mulai dari proses menemukan ide, menyusun alur, membangun tokoh, hingga mengembangkan cerita yang sesuai dengan karakter pembaca anak. Tim juga memberikan penguatan pada aspek digitalisasi agar karya yang dihasilkan dapat dikemas dalam bentuk yang lebih adaptif terhadap perkembangan teknologi.
Tidak hanya memberikan pelatihan, Tim Pengabdian ISBI Aceh juga menghibahkan sejumlah peralatan yang dapat menunjang keberlangsungan aktivitas penulisan dan digitalisasi di komunitas MSBS. Bantuan tersebut diterima langsung oleh pembina MSBS, Ummi Siti Sarah, sebagai bagian dari upaya memastikan program tetap berjalan setelah masa pendampingan berakhir.
Ummi Siti Sarah menyampaikan apresiasi atas dukungan yang diberikan Tim Pengabdian ISBI Aceh. “Kami sangat berterima kasih kepada tim pengabdian ISBI Aceh yang telah memilih MSBS sebagai mitra dalam kegiatan ini.
Pendampingan yang diberikan sangat bermanfaat bagi kami, karena tidak hanya menambah pengetahuan dan keterampilan menulis, tetapi juga membuka wawasan tentang bagaimana budaya lokal dapat diolah menjadi cerita anak yang menarik. Bantuan peralatan yang diberikan juga sangat berarti untuk mendukung keberlanjutan kegiatan literasi dan digitalisasi di MSBS,” ujar Ummi Sarah.
Melalui program ini, Tim Pengabdian ISBI Aceh berharap MSBS dapat tumbuh sebagai komunitas literasi yang semakin produktif dan mandiri. Kehadiran cerita anak bermuatan budaya lokal juga diharapkan menjadi jembatan bagi generasi muda untuk mengenal akar budayanya, sekaligus melahirkan penulis-penulis muda yang mampu memanfaatkan teknologi tanpa tercerabut dari identitas lokal.
Sinergisitas SPI ISBI Aceh dengan BPKP Perwakilan Aceh dalam memperkuat Fondasi Pengawasan Internal Perguruan Tinggi
LPPM ISBI Aceh Jalin Kerjasama dengan DPMG Pidie Jaya, Perkuat Program Mahasiswa Berdampak untuk Pemberdayaan Gampong
Apresiasi Kepedulian Bupati Aceh Selatan terhadap Santri melalui Alokasi Anggaran Makan Minum Tahun 2026