Trending

LPPM ISBI Aceh Gelar Diskusi Panel dan Monev KKN, Perkuat Ekosistem Seni Budaya Nagan Raya

Johan - Redaksi
Kamis, 06 Agustus 2026

LPPM ISBI Aceh Gelar Diskusi Panel dan Monev KKN, Perkuat Ekosistem Seni Budaya Nagan Raya
Pendidikan

Katapoint.id I Nagan Raya – Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) Institut Seni Budaya Indonesia (ISBI) Aceh menggelar Diskusi Panel dan Monitoring-Evaluasi (Monev) Kuliah Kerja Nyata (KKN) Reguler di Kecamatan Kuala Pesisir, Kabupaten Nagan Raya. Kegiatan yang berlangsung pada Senin, 3 Agustus 2026 menjadi momentum untuk mengevaluasi pelaksanaan program sekaligus memperkuat kontribusi mahasiswa bagi masyarakat.

Kegiatan ini mengusung semangat program prioritas Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi, yakni “Diktisaintek Berdampak”. Melalui program tersebut, pelaksanaan KKN diharapkan tidak hanya menjadi bagian dari pemenuhan kewajiban akademik mahasiswa, tetapi juga menghasilkan perubahan yang dapat dirasakan secara langsung oleh masyarakat.

Diskusi panel mengangkat tema “ISBI Aceh Berdampak bagi Masyarakat melalui Penguatan Seni dan Budaya bersama DKA Kabupaten Nagan Raya.” Tema tersebut menjadi landasan untuk menyinergikan peran perguruan tinggi seni, pemerintah kecamatan, pemerintahan gampong, serta lembaga kebudayaan dalam menggali dan mengembangkan potensi lokal.

Koordinator Pusat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat ISBI Aceh, Dr. Elmi Novita, S.Pd., M.Sn., mengatakan bahwa mahasiswa harus mampu menerjemahkan ilmu yang diperoleh di kampus menjadi program pengabdian yang relevan dengan kebutuhan masyarakat. Setiap kegiatan yang dilaksanakan juga perlu memperhatikan kondisi sosial, budaya, dan potensi yang dimiliki masing-masing gampong.

“Mahasiswa KKN harus hadir sebagai bagian dari masyarakat. Program yang dijalankan jangan hanya berhenti sebagai kegiatan seremonial, tetapi harus menjadi aksi nyata yang menyentuh kebutuhan kultural, memperkuat potensi seni, serta memberikan manfaat berkelanjutan bagi masyarakat,” ujar Elmi Novita.

Narasumber utama dari Dewan Kesenian Aceh Kabupaten Nagan Raya, Dr. Khairuddin, dalam paparannya mengulas strategi penguatan ekosistem seni dan kebudayaan daerah. Ia juga menekankan pentingnya kolaborasi aktif antara mahasiswa, seniman, tokoh adat, pemerintah gampong, dan masyarakat dalam menjaga keberlanjutan tradisi lokal.

Menurut Khairuddin, pelestarian adat istiadat di Kecamatan Kuala Pesisir dapat dipercepat dengan melibatkan mahasiswa ISBI Aceh dalam proses pendataan, dokumentasi, pendampingan, serta pengemasan seni budaya menjadi kegiatan kreatif. Program-program mahasiswa KKN diharapkan dapat menjadi ruang bagi masyarakat untuk kembali mengenali dan mengembangkan kekayaan budaya yang dimiliki.

Camat Kuala Pesisir menyambut baik pelaksanaan diskusi panel dan Monev tersebut. Ia menyatakan bahwa kehadiran mahasiswa ISBI Aceh telah memberikan warna baru bagi masyarakat, terutama dalam mendorong kegiatan seni, budaya, pendidikan, serta pemberdayaan generasi muda di gampong-gampong lokasi KKN.

“Kami berharap mahasiswa dapat terus membangun komunikasi dengan perangkat gampong dan masyarakat. Potensi seni dan budaya di Kuala Pesisir sangat besar, sehingga perlu didata, dikembangkan, dan dipromosikan secara bersama-sama agar nantinya juga mampu mendukung pertumbuhan ekonomi kreatif masyarakat,” ujar Camat Kuala Pesisir. Kegiatan tersebut turut dihadiri dosen pembimbing lapangan, para keuchik dan perangkat gampong, serta seluruh mahasiswa peserta KKN Reguler ISBI Aceh.

Komentar
Baca juga
katapoint.id, All rights reserved. | Designed By Rifal Agustiar