Katapoint.id I Jantho - Institut Seni Budaya Indonesia (ISBI) Aceh terus
memperkuat sistem pengawasan internal sebagai bagian dari upaya mewujudkan tata
kelola perguruan tinggi yang akuntabel, transparan, dan berintegritas. Melalui
Satuan Pengawas Internal (SPI), ISBI Aceh menyelenggarakan Bimbingan Teknis
Penguatan Pemahaman Dasar Audit Ketaatan bekerja sama dengan Badan Pengawasan
Keuangan dan Pembangunan (BPKP) Perwakilan Aceh, 29–30 Juli 2026.
Kegiatan tersebut menjadi langkah strategis dalam
meningkatkan kapasitas sumber daya manusia di bidang pengawasan internal.
Penguatan kompetensi SPI dinilai penting sebagai fondasi untuk mewujudkan Good
University Governance yang profesional, independen, berkelanjutan, dan berbasis
risiko.
Bimbingan teknis mendapat dukungan penuh dari Rektor ISBI
Aceh, Prof. Dr. Wildan, M.Pd., serta dibuka secara resmi oleh Wakil Rektor
Bidang Perencanaan, Keuangan, dan Umum ISBI Aceh, Dr. Ir. Marwan, S.Si., M.T.
Kegiatan turut dihadiri Ketua SPI ISBI Aceh, Yulfa Haris Saputra, S.Pd., M.Sn.,
jajaran anggota SPI, serta peserta dari berbagai unit kerja di lingkungan
kampus.
BPKP Perwakilan Aceh menghadirkan Kepala Perwakilan BPKP
Aceh, Nanang Agus Sutrisno, Ak., M.Acc., CA., AAP., CRMP., CRGP. Dalam kegiatan
tersebut, BPKP juga menugaskan Amiruddin Arief, S.E., Ak. dan Sitti Chadijah,
S.E., Ak., CA. sebagai narasumber untuk memberikan pembekalan teknis kepada
para peserta.
Mewakili Rektor ISBI Aceh, Dr. Marwan menegaskan bahwa
penguatan fungsi SPI merupakan bagian penting dalam memastikan seluruh proses
pengelolaan institusi berjalan sesuai ketentuan. Menurutnya, SPI tidak hanya
bertugas melakukan pengawasan, tetapi juga berperan sebagai mitra strategis
pimpinan dalam meningkatkan efektivitas tata kelola perguruan tinggi.
“SPI memiliki peran penting sebagai mitra strategis pimpinan
dalam memastikan setiap proses penyelenggaraan tridarma perguruan tinggi dan
pengelolaan sumber daya berjalan sesuai ketentuan. Melalui bimbingan teknis
ini, kami berharap kompetensi sumber daya manusia di bidang pengawasan internal
semakin meningkat,” ujar Dr. Marwan.
Ia menambahkan, peningkatan kompetensi tersebut diharapkan membuat SPI mampu menjalankan fungsi assurance dan consulting secara profesional. Dengan demikian, pengawasan internal tidak hanya berorientasi pada kepatuhan, tetapi juga mampu memberikan rekomendasi dan nilai tambah bagi peningkatan kinerja institusi.
Selama dua hari pelaksanaan, para peserta memperoleh pembekalan mengenai konsep dasar audit ketaatan, penyusunan perencanaan pengawasan berbasis risiko, serta teknik pengumpulan dan pengujian bukti audit. Peserta juga dibekali pemahaman mengenai penyusunan Program Kerja Audit, Kertas Kerja Audit, dan laporan hasil audit sesuai standar audit intern pemerintah.
Materi tersebut dirancang agar peserta tidak hanya memahami
audit ketaatan secara konseptual, tetapi juga mampu menerapkannya dalam
pelaksanaan kegiatan di masing-masing unit kerja. Keterlibatan peserta dari
berbagai unit diharapkan dapat memperkuat koordinasi sekaligus mendukung
pimpinan dalam menjalankan fungsi pengawasan dan meningkatkan efektivitas tata
kelola organisasi.
Ketua SPI ISBI Aceh, Yulfa Haris Saputra, menyampaikan
apresiasi kepada BPKP Perwakilan Aceh atas dukungan, pendampingan, dan transfer
pengetahuan yang diberikan. Menurutnya, kegiatan tersebut menjadi momentum awal
untuk membangun ekosistem pengawasan internal yang semakin kuat di lingkungan
ISBI Aceh.
“Bimbingan teknis ini bukan hanya menjadi sarana peningkatan
pengetahuan, tetapi juga menjadi langkah awal dalam membangun ekosistem
pengawasan internal di ISBI Aceh. Kami sedang mempersiapkan sumber daya manusia
yang diharapkan mampu tumbuh menjadi tim pengawas internal yang profesional,
berintegritas, dan memahami standar audit yang berlaku,” kata Yulfa.
Ia menambahkan, kolaborasi dengan BPKP Perwakilan Aceh
menjadi bagian penting dalam proses penguatan kapasitas SPI. Pendampingan
tersebut diharapkan mampu memberikan pemahaman yang lebih komprehensif mengenai
pelaksanaan audit internal serta penerapan standar pengawasan yang baik.
Sebagai tindak lanjut, SPI ISBI Aceh akan terus meningkatkan
kompetensi anggotanya melalui program pengembangan kapasitas, praktik audit,
dan pendampingan secara berkelanjutan. Upaya tersebut diharapkan dapat
melahirkan auditor internal yang kompeten dan berintegritas, sekaligus
memperkuat fungsi pengawasan dalam mendukung terwujudnya Good University
Governance di ISBI Aceh.
LPPM ISBI Aceh Jalin Kerjasama dengan DPMG Pidie Jaya, Perkuat Program Mahasiswa Berdampak untuk Pemberdayaan Gampong
Apresiasi Kepedulian Bupati Aceh Selatan terhadap Santri melalui Alokasi Anggaran Makan Minum Tahun 2026
ISBI Aceh Raih Penghargaan di Ajang Gelar Melayu Serumpun 2026, Perkuat Diplomasi Budaya Aceh di Kancah Internasional