Trending

Sinergisitas SPI ISBI Aceh dengan BPKP Perwakilan Aceh dalam memperkuat Fondasi Pengawasan Internal Perguruan Tinggi

Johan - Redaksi
Selasa, 04 Agustus 2026

Sinergisitas SPI ISBI Aceh dengan BPKP Perwakilan Aceh dalam memperkuat Fondasi Pengawasan Internal Perguruan Tinggi
Pendidikan

Katapoint.id I Jantho - Institut Seni Budaya Indonesia (ISBI) Aceh terus memperkuat sistem pengawasan internal sebagai bagian dari upaya mewujudkan tata kelola perguruan tinggi yang akuntabel, transparan, dan berintegritas. Melalui Satuan Pengawas Internal (SPI), ISBI Aceh menyelenggarakan Bimbingan Teknis Penguatan Pemahaman Dasar Audit Ketaatan bekerja sama dengan Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) Perwakilan Aceh, 29–30 Juli 2026.

Kegiatan tersebut menjadi langkah strategis dalam meningkatkan kapasitas sumber daya manusia di bidang pengawasan internal. Penguatan kompetensi SPI dinilai penting sebagai fondasi untuk mewujudkan Good University Governance yang profesional, independen, berkelanjutan, dan berbasis risiko.

Bimbingan teknis mendapat dukungan penuh dari Rektor ISBI Aceh, Prof. Dr. Wildan, M.Pd., serta dibuka secara resmi oleh Wakil Rektor Bidang Perencanaan, Keuangan, dan Umum ISBI Aceh, Dr. Ir. Marwan, S.Si., M.T. Kegiatan turut dihadiri Ketua SPI ISBI Aceh, Yulfa Haris Saputra, S.Pd., M.Sn., jajaran anggota SPI, serta peserta dari berbagai unit kerja di lingkungan kampus.

BPKP Perwakilan Aceh menghadirkan Kepala Perwakilan BPKP Aceh, Nanang Agus Sutrisno, Ak., M.Acc., CA., AAP., CRMP., CRGP. Dalam kegiatan tersebut, BPKP juga menugaskan Amiruddin Arief, S.E., Ak. dan Sitti Chadijah, S.E., Ak., CA. sebagai narasumber untuk memberikan pembekalan teknis kepada para peserta.

Mewakili Rektor ISBI Aceh, Dr. Marwan menegaskan bahwa penguatan fungsi SPI merupakan bagian penting dalam memastikan seluruh proses pengelolaan institusi berjalan sesuai ketentuan. Menurutnya, SPI tidak hanya bertugas melakukan pengawasan, tetapi juga berperan sebagai mitra strategis pimpinan dalam meningkatkan efektivitas tata kelola perguruan tinggi.

“SPI memiliki peran penting sebagai mitra strategis pimpinan dalam memastikan setiap proses penyelenggaraan tridarma perguruan tinggi dan pengelolaan sumber daya berjalan sesuai ketentuan. Melalui bimbingan teknis ini, kami berharap kompetensi sumber daya manusia di bidang pengawasan internal semakin meningkat,” ujar Dr. Marwan.

Ia menambahkan, peningkatan kompetensi tersebut diharapkan membuat SPI mampu menjalankan fungsi assurance dan consulting secara profesional. Dengan demikian, pengawasan internal tidak hanya berorientasi pada kepatuhan, tetapi juga mampu memberikan rekomendasi dan nilai tambah bagi peningkatan kinerja institusi.

Selama dua hari pelaksanaan, para peserta memperoleh pembekalan mengenai konsep dasar audit ketaatan, penyusunan perencanaan pengawasan berbasis risiko, serta teknik pengumpulan dan pengujian bukti audit. Peserta juga dibekali pemahaman mengenai penyusunan Program Kerja Audit, Kertas Kerja Audit, dan laporan hasil audit sesuai standar audit intern pemerintah.

Materi tersebut dirancang agar peserta tidak hanya memahami audit ketaatan secara konseptual, tetapi juga mampu menerapkannya dalam pelaksanaan kegiatan di masing-masing unit kerja. Keterlibatan peserta dari berbagai unit diharapkan dapat memperkuat koordinasi sekaligus mendukung pimpinan dalam menjalankan fungsi pengawasan dan meningkatkan efektivitas tata kelola organisasi.

Ketua SPI ISBI Aceh, Yulfa Haris Saputra, menyampaikan apresiasi kepada BPKP Perwakilan Aceh atas dukungan, pendampingan, dan transfer pengetahuan yang diberikan. Menurutnya, kegiatan tersebut menjadi momentum awal untuk membangun ekosistem pengawasan internal yang semakin kuat di lingkungan ISBI Aceh.

“Bimbingan teknis ini bukan hanya menjadi sarana peningkatan pengetahuan, tetapi juga menjadi langkah awal dalam membangun ekosistem pengawasan internal di ISBI Aceh. Kami sedang mempersiapkan sumber daya manusia yang diharapkan mampu tumbuh menjadi tim pengawas internal yang profesional, berintegritas, dan memahami standar audit yang berlaku,” kata Yulfa.

Ia menambahkan, kolaborasi dengan BPKP Perwakilan Aceh menjadi bagian penting dalam proses penguatan kapasitas SPI. Pendampingan tersebut diharapkan mampu memberikan pemahaman yang lebih komprehensif mengenai pelaksanaan audit internal serta penerapan standar pengawasan yang baik.

Sebagai tindak lanjut, SPI ISBI Aceh akan terus meningkatkan kompetensi anggotanya melalui program pengembangan kapasitas, praktik audit, dan pendampingan secara berkelanjutan. Upaya tersebut diharapkan dapat melahirkan auditor internal yang kompeten dan berintegritas, sekaligus memperkuat fungsi pengawasan dalam mendukung terwujudnya Good University Governance di ISBI Aceh.

Komentar
Baca juga
katapoint.id, All rights reserved. | Designed By Rifal Agustiar