Katapoint.id I Aceh Besar - Mahasiswa Institut Seni Budaya Indonesia (ISBI) Aceh, Ahmad Vaza At-Thariq dan Fazilatul Rahmi, terpilih mewakili kampus dalam Program Kuliah Kerja Nyata (KKN) Internasional BKS PTN Barat Tahun 2026 yang berlangsung di Provinsi Jawa Barat.
Kegiatan yang digelar sejak 22 Juli hingga 25 Agustus 2026 tersebut diawali dengan seremoni pelepasan di Universitas Siliwangi, Tasikmalaya, sebagai tuan rumah, dengan Institut Seni Budaya Indonesia (ISBI) Bandung bertindak sebagai co-host.
Program ini mempertemukan mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi di wilayah Barat Indonesia untuk mengabdi kepada masyarakat melalui pendekatan seni, budaya, dan ekonomi kreatif.
Mengusung tema "Inclusive Smart Tourism and Creative Economy through Arts and Cultural Empowerment of SDGs", KKN Internasional III BKS PTN Barat menjadi ruang kolaborasi lintas disiplin dalam mendukung pembangunan berkelanjutan.
Para peserta diharapkan mampu menghadirkan gagasan inovatif yang berpijak pada potensi lokal, sekaligus memperkuat pemberdayaan masyarakat melalui pengembangan sektor pariwisata, pelestarian budaya, dan ekonomi kreatif.
Rektor ISBI Aceh, Prof. Dr. Wildan, M.Pd., menyampaikan apresiasi atas kepercayaan yang diberikan kepada mahasiswa ISBI Aceh untuk berpartisipasi dalam program berskala internasional tersebut.
Menurutnya, keikutsertaan mahasiswa tidak hanya menjadi ajang pengabdian kepada masyarakat, tetapi juga kesempatan memperkenalkan kekayaan seni dan budaya Aceh di tingkat nasional maupun internasional.
"Kami berharap mahasiswa ISBI Aceh mampu menjadi duta budaya yang tidak hanya membawa identitas Aceh, tetapi juga membangun jejaring kolaborasi dengan mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi.
Pengalaman ini akan memperkaya kompetensi mereka sekaligus memperkuat peran perguruan tinggi seni dalam mendukung pembangunan masyarakat berbasis budaya dan ekonomi kreatif," ujar Prof. Wildan.
Sementara itu, Kepala Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) ISBI Aceh, Saniman Andi Kafri, M.Sn., menilai program KKN Internasional merupakan bagian penting dari implementasi Tri Dharma Perguruan Tinggi, khususnya dalam bidang pengabdian kepada masyarakat. Ia menegaskan bahwa mahasiswa dituntut mampu mengintegrasikan pengetahuan akademik dengan kebutuhan nyata masyarakat melalui pendekatan seni dan kebudayaan.
"KKN Internasional ini menjadi laboratorium pembelajaran yang sangat berharga. Mahasiswa tidak hanya belajar memahami dinamika sosial masyarakat, tetapi juga ditantang menghadirkan solusi kreatif yang relevan dengan potensi daerah. Kami optimistis keikutsertaan mahasiswa ISBI Aceh akan memberikan kontribusi positif sekaligus memperluas pengalaman akademik dan profesional mereka,"ungkap Saniman.
Partisipasi mahasiswa diharapkan tidak hanya memperkuat kapasitas sebagai agen perubahan, tetapi juga memperluas jejaring kerja sama antarkampus serta memperkenalkan nilai-nilai seni dan budaya Aceh sebagai bagian dari upaya mendukung pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan.
Salah seorang peserta dari ISBI Aceh, Ahmad Vaza At-Thariq, mengaku bangga memperoleh kesempatan mengikuti KKN Internasional BKS PTN Barat. Menurutnya, program tersebut menjadi pengalaman berharga untuk belajar dari masyarakat sekaligus bertukar gagasan dengan mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi di Indonesia.
"Kami membawa semangat untuk belajar sekaligus berbagi. Saya ingin memperkenalkan kekayaan seni dan budaya Aceh kepada peserta lain, sembari mempelajari praktik-praktik pemberdayaan masyarakat yang dapat kami bawa pulang dan diterapkan di Aceh. Pengalaman ini tentu menjadi bekal yang sangat berharga bagi kami sebagai mahasiswa seni," tutup Vaza.
Apresiasi Kepedulian Bupati Aceh Selatan terhadap Santri melalui Alokasi Anggaran Makan Minum Tahun 2026
ISBI Aceh Raih Penghargaan di Ajang Gelar Melayu Serumpun 2026, Perkuat Diplomasi Budaya Aceh di Kancah Internasional