Katapoint.Id I Tapaktuan - Sejumlah pekerja di dapur Satuan Pelayanan
Pemenuhan Gizi (SPPG) di Kabupaten Aceh Selatan, Aceh, mengaku khawatir
kehilangan sumber penghasilan jika mekanisme penyaluran Program Makan Bergizi
Gratis (MBG) dialihkan dari dapur SPPG ke sekolah. Kekhawatiran itu disampaikan
Nur Asikin, salah seorang pekerja yang bertugas dibidang Kebersihan pada dapur
SPPG Gampong Baro, Kec. Bakongan. Jum’at, 10/9/2026.
Nur Asikin merupakan ibu rumah tangga yang berstatus
janda 3 anak itu mengatakan, pekerjaan di dapur SPPG menjadi satu-satunya
sumber penghasilan bagi dirinya dan pekerja lainnya. Karena itu, ia khawatir
perubahan mekanisme penyaluran MBG berdampak terhadap keberlangsungan pekerjaan
mereka.
"Kalau dapur SPPG ini dialihkan ke sekolah, kami
semua yang bekerja di sini pasti kehilangan pekerjaan. Kami ini cuma relawan,
tidak punya kontrak. Kalau dapur tutup, maka kami tak punya penghasilan lagi
dan ini tergangu kebutuhan anak-anak kami," kata, Nur Asikin,
Setiap hari lanjut Nur Asikin, bertugas membersihkan
semua arena dapur SPPG yang digunakan oleh semua relawan baik dari devisi
persiapan, pengolahan bahan makanan, pemorsian, hingga distibusi makanan MBG
kepada siswa serta ruangan lainnya.
"Setiap hari saya membersihkan semua arena dapur.
Dari sini saya dapat upah. Kalau dapur ini hilang, maka saya harus cari kerja
di mana lagi?" ujarnya.
Menurut dia, apabila mekanisme penyaluran MBG berubah,
belum ada kepastian apakah para pekerja yang selama ini terlibat di dapur SPPG
akan tetap mendapatkan pekerjaan.
"Kalau dapur ini pindah ke sekolah, belum tentu
kami ikut direkrut. Bisa jadi sekolah membawa orang sendiri. Kami yang sudah
lama bekerja di sini justru kehilangan pekerjaan. Itu yang kami takutkan,"
katanya. Nur Asikin berharap pemerintah turut mempertimbangkan keberlangsungan
mata pencaharian pekerja SPPG apabila terdapat perubahan kebijakan dalam
pelaksanaan MBG.
Baitul Mal Aceh Selatan Gelar Sosialisasi dan Publikasi Terkait Peningkatan Pengumpulan Zakat dan Infak
Serah Terima Sarana Air Bersih untuk Mendukung Pemulihan Masyarakat Terdampak Banjir di Aceh Selatan
Pertama di Barat Selatan Aceh, RSUD dr. H. Yuliddin Away Tapaktuan Layani Pemasangan Ring Jantung Ditanggung BPJS