Katapoint.id - JAKARTA – Ikatan Mahasiswa Pascasarjana Aceh (IMPAS) temui tim Ahli Badan Legislasi (Baleg) DPR RI sampaikan Rekomendasi Masukan terkait Revisi UUPA yang berlangsung pada Selasa, (05/05/2026) waktu setempat.
Hal tersebut sebagaimana disampaikan Ketua Umum IMPAS Agussalim, dalam keterangannya kepada media, pada Rabu (06/05/2026) bahwasanya agenda silaturrahmi dan audiensi tersebut sebagai bagian dari wujud perhatian dan dukungan IMPAS terhadap rencana keberlanjutan Pembangunan Aceh dimasa mendatang.
Adapun dalam pertemuan audiensi tersebut, IMPAS menyampaikan sejumlah aspirasi krusial terkait masa depan Pembangunan dan Kekhususan Aceh.
Fokus utama yang disampaikan diantaranya perihal usulan mengenai perpanjangan dana Otonomi Khusus (Otsus) secara permanen dan menudukung kenaikan Otsus 2,5 % dari DAU Nasional. Hal ini dinilai mendesak, apalagi ditengah berjalannya masa tahapan pembahasan Revisi UUPA di DPR-RI, apalagi kondisi Aceh saat ini terutama untuk mendukung dan menopang pemulihan Perekonomian Aceh Pasca-Bencana yang masih menjadi kebutuhan Dasar Masyarakat di Serambi Mekkah. Ujar Agussalim, selaku Ketua Umum IMPAS.
Kemudian, pihaknya juga menyarankan agar setiap pengelolaan Dana Otsus Aceh kedepan semestinya perlu dilakukan perbaikan, agar dapat terealisasi secara tepat sasaran dan berdampak pada peningkatan pertumbuhan ekonomi masyarakat secara merata, maka dipandang perlu untuk adanya beberapa perbaikan serta pengawasan atas setiap alokasi anggaran yang ada.
Selain aspek fiskal, IMPAS juga menyampaikan pembahasan sebagai masukan dari pentingnya penguatan didalam Revisi UUPA berbagai aspek Keistimewaan Aceh lainnya, termasuk salah satunya pada sektor Budaya, Adat Istiadat dan Peradaban Sejarah Aceh seperti misalnya usulan tentang pengakuan dan peran keturunan kesultanan Aceh dalam Pemerintahan, Kebudayaan dan Penguatan Identitas Keacehan.
Hal tersebut mengingat agar rentetan Sejarah Peradaban Aceh tidak hilang, perlu adanya penguatan atas dasar demi menjaga kesinambungan rekam jejak Sejarah Peradaban Aceh sebagai ikhwal bahwa Aceh pernah menjadi poros maritim Dunia di era kejayaan masa kesultanan Iskandar Muda terdahulu. Sehingga, keistimewaan Daerah tersebut tidak hanya bertumpu pada kewenangan administrasi semata.
Terakhir IMPAS juga sempat mendiskusikan terkait persoalan bidang kekhususan Aceh lainnya seperti masalah lambang dan bendera yang memang dalam diskusi tersebut sejauh ini belum ada titik temu atau jalan tengahnya, seperti yang pernah didiskusikan dalam RDP Baleg DPR RI sebelumnya.
Sebagai penutup, IMPAS memaparkan berbagai point yang menjadi rekomendasi masukan dari pihaknya bersama tim Ahli dari baleg dan diakhiri penyerahan berkas rekomendasi masukan terkait Revisi UUPA yang diterima langsung oleh perwakilan Baleg Tim tenaga ahli Revisi UUPA, Sabari Barus, beserta jajaran lainnya di Gedung DPR RI untuk dapat dijadikan sebagai bahan pertimbangan dan acuan tambahan agar hasil dari revisi UUPA nantinya, serta dapat memberikan perubahan signifikan bagi Pembangunan Aceh.
"selain beberapa hal diatas, dalam diskusi tersebut kita IMPAS juga mendapatkan saran masukan supaya jadi penguatan terkait beberapa usulan tambahan dengan dibuatkan kajian akademisnya agar lebih terukur didalam sharing session dengan Tim Tenaga Ahli Baleg Revisi UUPA.
Oleh karena itu, intinya kami IMPAS sangat mengapresiasi atas penerimaan audiensi tersebut, harapannya semoga pertemuan ini menjadi langkah positif bagi para Mahasiswa Aceh di Jakarta untuk memastikan Revisi UU Pemerintahan Aceh (UUPA) benar-benar mendorong kesejahteraan ekonomi dan meningkatkan kualitas SDM di Aceh secara berkelanjutan.
Seperti hal lainnya juga, terkait mengenai ada beberapa masukan dari para unsur akademisi di Aceh terkait dengan saran penggunaan Dana Otsus agar jangan hanya berfokus pada Infrastruktur saja, namun lebih kepada sektor-sektor penguatan SDM serta Peningkatan Ekonomi Rakyat", Tutup Agussalim.[]
Diva Samudra Sah Jadi Sekda Aceh Selatan, H. Mirwan: Sekda Harus Memiliki Kompetensi Tinggi, Integritas Kuat, serta Kepemimpinan yang Visioner dan Adaptif
Bupati Aceh Selatan Jadwalkan Akan Lantik Defenitif Sekda, Diva Samudra Keputusan Bupati Sama-sama Kita Hormati
Perjalanan Spiritual Yang Dinantikan Umat Islam, H. Mirwan Lepas 175 Calon Jama'ah Haji Aceh Selatan
H. Mirwan Serahkan Laporan LKPJ 2025 ke DPRK Aceh Selatan "LKPJ 2025 Bukan Sekedar Dokumen Administratif, Melainkan Bentuk Akuntabilitas Pemerintah Daerah"
Kolaborasi Internasional USK–UiTM Malaysia Dorong Inovasi Pengolahan Serba Ikan di Koperasi Fish Jelly Aceh