Katapoint.id - Ikatan Pelajar Mahasiswa Meukek Kabupaten Aceh Selatan (IPAMAS-ACEH SELATAN) telah secara resmi mengakhiri masa kepengurusan di bawah kepemimpinan Pattahul Yasir, S.IP atau yang akrab disapa Dek Gam. Berakhirnya masa jabatan Dek Gam ditandai dengan suksesnya penyelenggaraan musyawarah besar yang menetapkan figur baru sebagai nakhoda organisasi mahasiswa perantauan ini. Banda Aceh, 2 Desember 2025
Dek Gam, yang selama ini dikenal sebagai sosok yang inspiratif dan berdedikasi, telah menuntaskan tugasnya dengan berbagai capaian, mulai dari peningkatan solidaritas anggota hingga kontribusi nyata dalam kegiatan sosial dan kemasyarakatan di Aceh Selatan.
Serah Terima Tongkat Estafet Kepemimpinan.
Estafet kepemimpinan IPAMAS-ACEH SELATAN kini telah beralih ke tangan pemimpin terpilih yang baru. Penggantian pucuk pimpinan ini diharapkan mampu membawa organisasi ke arah yang lebih progresif, adaptif, dan mampu menjawab tantangan zaman, khususnya dalam hal pengembangan potensi pelajar dan mahasiswa asal Kecamatan Meukek di Banda Aceh.
Proses pemilihan ketua baru ini berlangsung secara demokratis melalui Musyawarah Besar (Mubes) yang dihadiri oleh seluruh elemen anggota, demisioner, dan senior IPAMAS-ACEH SELATAN.
Apresiasi dan Harapan
Dalam sambutan penutupnya, Pattahul Yasir, S.IP menyampaikan rasa terima kasih kepada seluruh pengurus dan anggota atas dukungan serta kerja sama yang telah terjalin selama masa kepemimpinannya.
"Setiap kepemimpinan pasti memiliki batas waktu. Saya berharap, di bawah nakhoda yang baru, IPAMAS akan semakin solid, inovatif, dan terus menjadi wadah positif bagi mahasiswa Meukek untuk berkarya serta mengabdi kepada kampung halaman," ujar Dek Gam.
Sementara itu, Ketua Umum IPAMAS yang baru terpilih Alfi Syahril menyatakan komitmennya untuk melanjutkan program-program yang telah berjalan baik, sekaligus merancang terobosan baru untuk memajukan organisasi.
Dengan semangat baru dan kepemimpinan yang segar, IPAMAS siap menyongsong masa depan, melanjutkan peran aktifnya sebagai duta pendidikan dan pembangunan di kalangan generasi muda Aceh Selatan, khususnya Meukek.[]