Trending

Bawa Semangat Keacehan, Kontingen ISBI Aceh Tampil di FKI+ XIII

Johan - Redaksi
Kamis, 22 Oktober 2026

Bawa Semangat Keacehan, Kontingen ISBI Aceh Tampil di FKI+ XIII
Pendidikan

Katapoint.idI Jantho I Institut Seni Budaya Indonesia (ISBI) Aceh mengirimkan kontingen berjumlah 52 orang untuk berpartisipasi dalam Festival Kebudayaan Indonesia (FKI) XIII Tahun 2026 di Institut Seni Indonesia (ISI) Padang Panjang, Sumatera Barat. Mengusung tema “Art, Folklore and Ecology”, kegiatan yang berlangsung pada 20–24 Oktober 2026 ini mempertemukan insan seni dari sembilan perguruan tinggi seni di Indonesia.


Kontingen ISBI Aceh mengikuti 12 cabang, yakni Monolog, Tari Kontemporer, Menyanyi Solo, Art Fashion, Musik Kontemporer, Tatah Kulit, Fotografi, Seni Lukis, Desain Poster, Sketsa Arsitektur, Film Fiksi, dan Lukis Digital. Keikutsertaan tersebut menjadi kesempatan bagi ISBI Aceh untuk menunjukkan kemampuan dan kreativitas dalam berbagai bidang seni.

Sembilan kampus peserta festival ini adalah ISI Padang Panjang selaku tuan rumah, ISI Yogyakarta, ISI Surakarta, ISI Bali, ISBI Bandung, ISBI Aceh, Institut Kesenian Jakarta (IKJ), ISBI Tanah Papua, dan Sekolah Tinggi Kesenian Wilwatikta (STKW) Surabaya. Pertemuan antarkampus tersebut juga membuka ruang untuk bertukar pengalaman dan memperluas jejaring kesenian.

Melalui tema “Art, Folklore and Ecology”, festival ini mengangkat hubungan seni, folklor, dan ekologi sebagai perhatian bersama. Tema tersebut membuka ruang bagi peserta untuk mengeksplorasi kekayaan cerita, tradisi, pengetahuan lokal, serta hubungan manusia dengan lingkungan melalui penciptaan karya seni.

Kegiatan dibuka oleh Menteri Kebudayaan RI, Dr. Fadli Zon, S.S., M.Sc. Dalam sambutannya, ia menyampaikan bahwa Indonesia merupakan bangsa dengan keberagaman budaya yang luar biasa. Kekayaan tersebut menjadi modal penting dalam pengembangan seni dan kebudayaan nasional.

Menurut Fadli Zon, festival ini merupakan ruang untuk menampilkan pencapaian artistik yang tinggi, didukung para ahli, seniman yang kompeten di bidangnya, maestro, serta guru besar. Kepakaran dan pengalaman para pelaku seni tersebut menjadi kekuatan dalam mendorong pengembangan seni dan kebudayaan.

Rektor ISBI Aceh, Prof. Dr. Wildan, M.Pd., berpesan agar seluruh anggota kontingen menjunjung sportivitas dan menjaga nama baik institusi selama mengikuti festival. “Berkompetisilah secara fair, integritas lebih penting dibandingkan hanya menjadi juara,” pesan Prof. Wildan kepada kontingen ISBI Aceh.

Sementara itu, Ketua Kontingen ISBI Aceh yang juga Kepala UPA Ajang Gelar dan Dokumentasi Budaya Aris Munandar, M.Ag., menyampaikan bahwa seluruh peserta telah mempersiapkan diri untuk menghadapi festival. “Persiapan sudah kami lakukan secara maksimal. Kami berharap seluruh anggota kontingen dapat tampil dengan kemampuan terbaik, menjaga kekompakan, dan membawa pulang hasil yang membanggakan bagi ISBI Aceh,” tutupnya.

Komentar
Baca juga
katapoint.id, All rights reserved. | Designed By Rifal Agustiar