Katapoint.id - Kuliah Pengabdian Masyarakat (KPM) bukan lagi sekadar rutinitas akademik untuk memenuhi Satuan Kredit Semester (SKS), melainkan arena nyata tempat ilmu pengetahuan diuji, diasah, dan didedikasikan untuk masyarakat. Dalam lanskap sosial masyarakat Aceh yang dinamis namun tetap memegang teguh nilai-nilai keislaman, pendekatan tunggal kerap kali tidak cukup untuk menyelesaikan kompleksitas persoalan di lapangan.
Menjawab tantangan tersebut, hadir sebuah inovasi pengabdian lintas kampus dan disiplin ilmu: KPM Kolaborasi antara Mahasiswa Prodi Pendidikan Agama Islam (PAI) STAI Nusantara Banda Aceh dengan Mahasiswi Psikologi UIN Ar-Raniry Banda Aceh.
Ketua Prodi PAI STAI Nusantara Banda Aceh Bapak Zikrullah Nuzuli, Mpd mengatakan Pertemuan dua disiplin ilmu ini—PAI dengan fondasi keagamaan dan metodologi pendidikannya, serta Psikologi dengan pemahaman mendalam tentang perilaku, mental, dan emosi manusia—menciptakan interelasi yang saling melengkapi (cross-disciplinary synergy). Jumat 16/10/2026
Dosen Psikologi UIN Ar-Raniry Banda Aceh Bapak Hendri, M.Si mengatakan Program kerja KPM yang dirancang melalui kolaborasi ini melampaui pendekatan konvensional. Kedua kelompok mahasiswa berhasil memadukan konsep Pendampingan Edukatif Spiritual dan Dukungan Psikososial, diantaranya Penguatan Edukasi dan Karakter Anak (Islamic-Psychological Centered Learning), Pendampingan Kesehatan Mental dan Remaja Masjid/Sekolah, dan Pemberdayaan Keluarga dan Parenting Berbasis Nilai Islam.
Bagi masyarakat lokal, kehadiran tim KPM gabungan ini memberikan pengalaman pengabdian yang lebih holistik. Masyarakat tidak hanya disentuh aspek spiritualnya saja, tetapi juga diperhatikan aspek kesejahteraan mental dan hubungan sosialnya ujarnya
Kolaborasi antara PAI STAI Nusantara Banda Aceh dan Psikologi UIN Ar-Raniry Banda Aceh membuktikan bahwa integrasi antara ilmu agama dan ilmu manusia/sosial bukan sekadar wacana teoritis di ruang kuliah, melainkan solusi nyata di tengah masyarakat.
KPM Kolaborasi ini diharapkan dapat menjadi pilot project atau percontohan bagi pengabdian mahasiswa di Aceh ke depan—bahwa ketika iman (spiritual/PAI) dan jiwa (psychology) berjalan bergandengan tangan, pengabdian masyarakat akan memberikan dampak yang jauh lebih bernilai, inklusif, dan berkelanjutan.[]