Trending

Milad USK Ke-65 Membara! FH USK Tempa Pasukan Elit Demokrasi Pelanjut Estafet Kepemimpinan Bangsa

Yong - Redaksi
Jumat, 25 September 2026

Milad USK Ke-65 Membara! FH USK Tempa Pasukan Elit Demokrasi Pelanjut Estafet Kepemimpinan Bangsa
Pendidikan

Katapoint - Dalam rangka memperingati Milad USK Ke-65, Fakultas Hukum Universitas Syiah Kuala (FH USK) melaksanakan “Peukan Pengabdian kepada Masyarakat”. Kegiatan tersebut dilaksanakan di 10 sekolah yang berada Wilayah Kabupaten Aceh Besar terhitung mulai 21 - 26 September 2026.  

Pengabdian kepada masyarakat yang dilaksanakan hari Kamis (24/92026) di SMAN 1 Suka Makmur Kab. Aceh Besar adalah hari ke-4 Pelaksanaan Peukan Pengabdian Masyarakat.

Adapun tema kegiatan pengabdian masyarakat yang dilaksanakan di hari ke-4 ini adalah “Generasi Muda Sadar Demokrasi: Mengenal Pemilu, Negara, dan Kepemimpinan”. 

Ketua Tim Pengabdian Masyarakat di hari Ke-4 pada Peukan Pengabdian Masyarakat yang diselenggarakan tersebut dikoordinatori (diketui) oleh Prof. Dr. Zahratul Idami, S.H., M.Hum.

Sementara para anggota tim Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) tersebut beranggotakan sejumlah dosen Fakultas Hukum Universitas Syiah Kuala (FH USK) yaitu Prof Dr. Faisal A. Rani, S.H., M.Hum, Prof Dr. Husni Jalil, S.H., M.Hum, Mirza Fauzul Hamdi, S.H., M.H. dan Chadijah Rizki Lestari, S.H., M.H. Adapun bentuk kegiatan pengabdian masyarakat tersebut dilaksanakan berupa sosialisasi yg dilanjutkan dengan diskusi.   

Kegiatan pengabdian masyarakat tersebut dihadiri oleh Dekan Fakultas Hukum Universitas Syiah Kuala (FH USK) yaitu Prof. Dr. Zahratul Idami, S.H., M.Hum (yang juga sebagai Ketua Tim Pengabdian Masyarakat) dan juga dihadiri Kepala Sekolah SMA Negeri 1 Suka Makmur, Kabupaten Aceh Besar, yaitu Khairul Zami, S.Pd., M.Pd.    

Dalam sambutannya, Dekan FH USK, Prof. Dr. Zahratul Idami, S.H., M.Hum menyatakan bahwasanya peserta didik diharapkan memahami bahwa demokrasi bukan sekadar kegiatan memilih pemimpin dalam pemilu, tetapi juga mencakup penghormatan terhadap hak dan kebebasan orang lain, kesetaraan, musyawarah, tanggung jawab, serta kepatuhan terhadap hukum.

“Pembelajaran ini diharapkan mampu membentuk generasi muda yang melek demokrasi, kritis terhadap informasi, menghargai perbedaan, memahami hak dan kewajibannya sebagai warga negara, serta memiliki karakter kepemimpinan yang berintegritas.”, harap Zahratul Idami.

Lebih lanjut, menurutnya “para siswa diharapkan menjadi generasi yang tidak hanya menggunakan hak politiknya ketika telah menjadi pemilih, tetapi juga sejak di bangku sekolah telah membiasakan diri berpikir kritis, berdialog, bermusyawarah, menghormati perbedaan, dan bertanggung jawab terhadap kepentingan bersama.”, tutup Zahratul Idami.   

Prof. Dr. Husni Jalil, S.H., M.Hum dalam paparan materinya mengatakan bahwasanya “Peserta didik khususnya yang berada di SMAN 1 Kecamatan Suka Makmur diharapkan mengenal fungsi lembaga-lembaga negara, hubungan antara pemerintah dan masyarakat, serta memahami bahwa negara demokratis membutuhkan partisipasi dan pengawasan masyarakat.”.

Husni Jalil menghimbau kepada para peserta didik agar “Peserta didik yang telah atau akan memasuki usia pemilih diharapkan mampu menggunakan hak pilih secara sadar, berdasarkan informasi yang dapat dipertanggungjawabkan, serta tidak mudah dipengaruhi oleh hoaks, politik uang, provokasi, maupun informasi yang menyesatkan.”, himbau Husni Jalil.

Untuk itu, “Demokrasi bukan hanya tentang memilih pemimpin, tetapi tentang belajar menjadi warga negara yang berpikir kritis, menghargai perbedaan, bertanggung jawab, dan berani mengambil bagian dalam membangun masa depan bangsa.”, tegas Husni Jalil.  

Sementara Prof. Dr. Faisal A. Rani, S.H., M. Hum dalam paparan materinya menyatakan bahwasannya “Di era media sosial, peserta didik diharapkan mampu membedakan fakta, opini, propaganda, dan disinformasi. Mereka perlu membiasakan diri memeriksa sumber informasi sebelum mempercayai atau menyebarkannya."

Lebih lanjut menurut Faisal Rani, “Peserta didik khususnya yang berada di SMAN 1 Kecamatan Suka Makmur diharapkan mampu menerima perbedaan pilihan politik, agama, suku, budaya, maupun pandangan sosial tanpa melakukan penghinaan, perundungan, atau permusuhan. Perbedaan merupakan bagian yang wajar dalam kehidupan demokratis.”.

Menurut Faisal Rani, “Pada akhirnya, pembelajaran ini diharapkan mampu membentuk generasi muda yang melek demokrasi, kritis terhadap informasi, menghargai perbedaan, memahami hak dan kewajibannya sebagai warga negara, serta memiliki karakter kepemimpinan yang berintegritas. Para siswa diharapkan menjadi generasi yang tidak hanya menggunakan hak politiknya ketika telah menjadi pemilih, tetapi juga sejak di bangku sekolah telah membiasakan diri berpikir kritis, berdialog, bermusyawarah, menghormati perbedaan, dan bertanggung jawab terhadap kepentingan bersama.”, tegas Faisal Rani.    

Sementara Koordinator (Ketua) Tim Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) yang dilaksanakan di SMAN 1 Kecamatan Suka Makmur Kab. Aceh Besar (24/9/2026), yaitu Prof. Dr. Zahratul Idami, S.H., M. Hum menyatakan bahwa “Kepemimpinan hendaknya tidak dipahami hanya sebagai jabatan atau kekuasaan.

Peserta didik diharapkan mengembangkan integritas, kejujuran, tanggung jawab, keberanian menyampaikan pendapat, kemampuan mendengarkan orang lain, serta kesediaan melayani kepentingan bersama.” Lebih lanjut menurutnya “Peserta didik diharapkan tidak menjadi generasi yang apatis terhadap persoalan bangsa. Mereka dapat mulai berpartisipasi dari lingkungan sekolah melalui organisasi siswa, musyawarah kelas, kegiatan sosial, diskusi, dan berbagai kegiatan yang melatih pengambilan keputusan secara demokratis.”, tutup Zahratul Idami.

Selain itu, menurutnya, “Peserta didik diharapkan memahami bahwa demokrasi harus berjalan berdasarkan hukum dan konstitusi. Kebebasan menyampaikan pendapat harus disertai tanggung jawab serta penghormatan terhadap hak orang lain.”, tegasnya.[]

Komentar
Baca juga
katapoint.id, All rights reserved. | Designed By Rifal Agustiar