Trending

Limbah Kayu menjadi Karya: Mahasiswa ISBI Aceh Kenalkan Ornamen Aceh kepada Generasi Muda

Johan - Redaksi
Kamis, 01 Oktober 2026

Limbah Kayu menjadi Karya: Mahasiswa ISBI Aceh Kenalkan Ornamen Aceh kepada Generasi Muda
Pendidikan

Katapoint.id I Lhokseumawe – Upaya pelestarian budaya dapat berjalan seiring dengan kepedulian terhadap lingkungan. Semangat tersebut diwujudkan mahasiswa Program Studi Kriya Seni Institut Seni Budaya Indonesia (ISBI) Aceh, Cahya Kemala bersama tim, melalui Workshop Pembuatan Ornamen Aceh dengan Pemanfaatan Limbah Kayu di SMK Negeri 4 Kota Lhokseumawe, Senin, 21 September 2026.


Kegiatan yang dilaksanakan melalui kolaborasi dengan Balai Pelestarian Kebudayaan (BPK) Wilayah I Aceh ini menjadi ruang edukasi kreatif bagi siswa untuk mengenal kekayaan ornamen tradisional Aceh sekaligus mempelajari pemanfaatan material yang tidak terpakai menjadi karya seni bernilai estetis dan edukatif.


Workshop menghadirkan Indra Maulana, S.Sn., M.Sn. sebagai narasumber. Dalam pemaparannya, peserta diperkenalkan pada berbagai jenis ornamen Aceh, karakteristik bentuk, ragam motif, serta nilai budaya yang terkandung di dalamnya.


Tidak berhenti pada pemahaman teoritis, siswa juga diajak menerapkan motif ornamen Aceh secara langsung menggunakan teknik mozaik. Limbah kayu dipotong menjadi bagian-bagian kecil, kemudian disusun membentuk motif ornamen dan diaplikasikan pada sampul buku. Dengan cara tersebut, ornamen Aceh tidak hanya dikenali sebagai warisan budaya, tetapi hadir dalam benda yang dekat dengan kehidupan sehari-hari generasi muda.


Pemanfaatan limbah kayu menjadi salah satu bagian penting dalam kegiatan ini. Material yang sebelumnya dianggap tidak lagi memiliki fungsi diperkenalkan kembali sebagai bahan kreatif yang dapat diolah menjadi karya seni. Pendekatan tersebut sekaligus menanamkan kesadaran kepada peserta bahwa kreativitas dalam seni dapat tumbuh beriringan dengan kepedulian terhadap lingkungan.


Selama proses praktik, mahasiswa ISBI Aceh turut mendampingi para siswa. Interaksi tersebut membuka ruang bagi peserta untuk berdiskusi, mencoba berbagai teknik, sekaligus mengembangkan keterampilan artistik dalam mengolah motif tradisional ke dalam media baru.


Kegiatan workshop turut dihadiri Kepala SMK Negeri 4 Kota Lhokseumawe, Husaini IS, S.Pd., M.M., bersama para guru dan staf sekolah. Kegiatan dibuka oleh Majelis Adat Aceh (MAA) Kota Lhokseumawe yang diwakili Kepala Sekretariat MAA Kota Lhokseumawe, Shari Anita, S.Sos., M.M.


Dalam sambutannya, perwakilan MAA memberikan penguatan mengenai pentingnya nilai adat dan budaya sebagai landasan dalam menjaga dan mengembangkan keberadaan ornamen tradisional Aceh, terutama di tengah perubahan zaman dan perkembangan gaya hidup generasi muda.


Kegiatan ini diharapkan menjadi salah satu langkah untuk menumbuhkan kesadaran generasi muda terhadap pentingnya menjaga warisan seni dan budaya Aceh. Pengenalan budaya melalui aktivitas kreatif dan praktik langsung dinilai dapat membuat warisan tradisi menjadi lebih dekat, menarik, dan relevan bagi kehidupan generasi muda.


Kolaborasi antara ISBI Aceh, BPK Wilayah I Aceh, dan SMK Negeri 4 Kota Lhokseumawe sekaligus menunjukkan bahwa pelestarian budaya dapat dikembangkan melalui pendekatan yang inovatif dan berkelanjutan. Seni tradisi tidak hanya diperkenalkan sebagai peninggalan masa lalu, tetapi juga dapat menjadi sumber kreativitas untuk melahirkan karya baru yang memiliki nilai budaya sekaligus kepedulian terhadap lingkungan.


Melalui kegiatan edukasi dan kolaborasi semacam ini, generasi muda diharapkan tidak hanya mengenal ragam ornamen Aceh, tetapi juga tumbuh sebagai bagian dari generasi yang mampu merawat tradisi, mengembangkan kreativitas, dan menjaga lingkungan.

Komentar
Baca juga
katapoint.id, All rights reserved. | Designed By Rifal Agustiar