Katapoint.id - Ketua Sekolah Pemimpin Muda Aceh (SPMA), Misran S.H, memberikan apresiasi kepada jajaran Polda Aceh atas keberhasilan menjaga Keamanan dan Ketertiban Masyarakat (Kamtibmas) di seluruh pelosok Aceh selama pelaksanaan ibadah puasa Ramadhan hingga perayaan Hari Raya Idul Fitri 1447 Hijriah.
Menurut Misran, selama pelaksanaan ibadah puasa hingga Hari Raya Idul Fitri, kondisi di Aceh berlangsung aman, tenteram, dan terkendali. Ia menilai situasi kondusif tersebut merupakan hasil dari kerja keras seluruh personel kepolisian dalam menjaga stabilitas keamanan di tengah masyarakat. Banda Aceh, 25 Maret 2026
“Selama pelaksanaan ibadah puasa dan Hari Raya Idul Fitri, kondisi di Aceh aman dan tenteram serta tetap terkendali. Semua ini berkat kerja keras personel kepolisian dalam menjaga kamtibmas,” ujar Misran.
Ia juga menyoroti pengamanan arus mudik dan arus balik Lebaran yang dinilai berjalan dengan baik dan lancar. Menurutnya, kesiapan aparat di lapangan mampu mengantisipasi berbagai potensi gangguan, termasuk di wilayah-wilayah yang terdampak banjir.
“Secara umum situasi di wilayah Provinsi Aceh aman dan kondusif. Arus lalu lintas, termasuk di wilayah terdampak banjir, tetap dapat dikendalikan dengan baik,” katanya.
Lebih lanjut, Misran menyampaikan apresiasi atas kepemimpinan Kapolda Aceh, Irjen Pol. Drs. Marzuki Ali Basyah, yang dinilai berhasil mengoordinasikan seluruh jajaran dalam menjaga keamanan selama momentum penting keagamaan tersebut.
“Pengamanan Lebaran Idul Fitri, baik arus mudik maupun arus balik tahun ini berjalan dengan baik. Karena itu, kami mengapresiasi kinerja Polda Aceh di bawah kepemimpinan Irjen Pol. Drs. Marzuki Ali Basyah,” tutupnya.
Misran, yang juga merupakan staf ahli anggota DPR RI Muslim Aiyub, menyampaikan apresiasi tinggi atas kinerja Polda Aceh. Ia menilai Kapolda Aceh telah mampu menerjemahkan visi dan misi Kapolri Listyo Sigit Prabowo dalam mewujudkan situasi Aceh yang kondusif, aman, dan damai, bahkan di tengah kondisi bencana yang melanda sejumlah wilayah.
Menurutnya, keberhasilan tersebut menunjukkan kapasitas kepemimpinan yang kuat serta koordinasi yang efektif antara jajaran kepolisian dengan berbagai pihak di lapangan, sehingga stabilitas keamanan tetap terjaga dalam situasi yang penuh tantangan.
Ia menambahkan, slogan “Polisi Meutuah” yang digagas Kapolda Aceh tidak sekadar menjadi jargon, tetapi benar-benar hadir sebagai pelita dan pelindung bagi masyarakat Aceh di tengah berbagai ujian, termasuk bencana.
“Kehadiran polisi tidak hanya sebagai aparat penegak hukum, tetapi juga sebagai pengayom yang hadir di tengah masyarakat, membersamai, serta memberikan rasa aman dan kepastian dalam situasi yang penuh tantangan,” ujarnya. []