Katapoint.id - Sumpah pemuda adalah sebuah mahakarya monumental yang lahir pada 28 Oktober 1928 pada Kongres Pemuda II di Jakarta. Sumpah pemuda juga menjadi sebuah titik awal dari proses perebutan kemerdekaan yang dilakukan dengan spirit persatuan sehingga tak lama setelah sumpah pemuda itu lahir tepatnya 17 tahun berikutnya Indonesia meraih kemerdekaannya.
Penulis merasa perlu kembali mengulas secara singkat terkait Sejarah sumpah pemuda dengan tujuan untuk diambil pelajaran daripada nya yakni dengan persatuan sebuah cita-cita besar akan lebih mudah untuk diraih sebagaimana sumpah pemuda melahirkan kemerdekaan bagi Indonesia.
Dalam konteks pembangunan Aceh Selatan, tentunya spirit yang sama wajib dimiliki mengingat Aceh Selatan adalah sebuah daerah yang terbilang beragam secara landscape, adat-istiadat, sosial maupun budaya. Ditambah lagi belum genap 1 tahun kita meniggalkan proses politik pemilihan kepala daerah dengan 4 kandidat yang berkontestasi di Aceh Selatan yang jelas melahirkan sebuah keberagaman perspektif, perjuangan maupun pilihan. Menurut penulis apabila seluruh perbedaan yang ada apabila tidak dibarengi oleh sebuah persatuan yang konkrit hal itu dapat menjadi penghambat proses pembangunan itu sendiri. Sebagai contohnya adalah membuka ruang bagi pihak yang berkepentingan dan tak bertanggung jawab melakukan politik ‘pecah belah’yang dapat melahirkan sebuah kekacauan yang mengganggu stabilitas di Aceh Selatan.
Stabilitas tentu sangat penting dalam konteks pembangunan, sebab prosesi nya akan lebih fokus dan lancar untuk dilakukan. Dengan begitulah kesejahteraan di Aceh Selatan dapat diraih dengan mudah.
Penulis juga mengajak seluruh masyarakat Aceh Selatan untuk memiliki sebuah kesatuan dan persatuan, esensinya bukan untuk menghilangkan keberagaman akan tetapi untuk menjadi sebuah hal yang dapat menyatukan keberagaman itu sendiri dengan sebuah visi menciptakan Aceh Selatan Sejahtera dengan secara bersama-sama melakukan pembangunan di segala sektor terutama pada sektor-sektor yang mampu dikerjakan. Sebagai contoh element mahasiswa membangun sektor pendidikan dan lain sebagainya.
Tentunya apabila berkaca pada sejarah sumpah pemuda yang dapat melahirkan kemerdekaan sebagai sebuah sesuatu yang dianggap mustahil pada saat itu. Dari situlah kita belajar bagaimana pentingnya persatuan untuk meraih sebuah cita-cita besar dalam hal ini adalah cita-cita meraih Aceh Selatan sejahtera.
Dalam konteks politik penulis bukannya ingin menutup ruang-ruang oposisi. Namun, dengan spirit persatuan dalam pembangunan Aceh Selatan, oposisi sebagai sebuah keharusan dalam demokrasi itu dapat menjadi oposisi yang terarah dan miliki dampak positif dalam sektor pembangunan dengan menjadi sebuah oposisi yang konstruktif. Bukan oposisi yang malah merusak esensi dari cita-cita menciptakan Aceh Selatan sejahtera itu sendiri.[]
Oleh: Tonicko Anggara