Katapoint.id - — Pemerintah Kabupaten Aceh Selatan memastikan ruas jalan di Kecamatan Kota Bahagia yang selama ini mengalami kerusakan segera mendapat penanganan. Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Aceh Selatan telah menyiapkan anggaran Rp1,5 miliar untuk pembangunan ruas jalan tersebut.
Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas PUPR Aceh Selatan, Skar Fharaby, mengatakan anggaran pembangunan ruas jalan Kota Bahagia telah dialokasikan. Saat ini, proses pengadaan pekerjaan tersebut sedang memasuki tahap tender.
“Untuk ruas jalan di Kota Bahagia sudah kita anggarkan sebesar Rp1,5 miliar dan saat ini sedang dalam proses tender,” ujar Skar Fharaby,di Tapaktuan Senin 05/10/2026
Kepastian tersebut menjadi kabar baik bagi masyarakat Kota Bahagia yang selama ini harus melintasi kondisi jalan yang tidak ideal. Berdasarkan kondisi di lapangan, sejumlah bagian badan jalan tampak tidak rata, dipenuhi material batu serta terdapat genangan air di beberapa titik.
Kerusakan jalan tersebut dapat mengganggu kenyamanan dan kelancaran mobilitas masyarakat, terutama saat hujan ketika genangan muncul di sejumlah bagian badan jalan.
Karena itu, pembangunan ruas jalan tersebut diharapkan tidak sekadar memperbaiki kondisi fisik jalan, tetapi juga memperkuat akses transportasi masyarakat serta menunjang aktivitas ekonomi di wilayah Kota Bahagia.
Skar menjelaskan, tahapan saat ini masih berada dalam proses tender. Setelah proses pengadaan selesai dan kontrak pekerjaan ditetapkan, pekerjaan diharapkan dapat segera direalisasikan di lapangan.
Dengan telah disiapkannya anggaran Rp1,5 miliar, masyarakat kini menantikan realisasi pembangunan tersebut. Kehadiran jalan yang lebih baik diharapkan dapat memberikan akses transportasi yang lebih aman, nyaman dan mendukung kelancaran aktivitas warga.
PUPR Aceh Selatan memastikan penanganan infrastruktur jalan terus diarahkan pada kebutuhan masyarakat, dengan harapan setiap anggaran yang dialokasikan benar-benar memberikan manfaat dan berdampak langsung terhadap peningkatan konektivitas serta perekonomian daerah.[]