Trending

Penyakit dan Obat Hati

Yong - Redaksi
Sabtu, 21 Februari 2026

Penyakit dan Obat Hati
Opini

85 views

Katapoint.id - Hati (qalb) adalah pusat keimanan dan sumber segala perilaku manusia. Jika hati baik, maka baiklah seluruh amal perbuatan. Jika hati rusak, maka rusaklah seluruh kehidupan. Dalam perspektif Islam, penyakit hati bukan hanya persoalan emosional, tetapi juga persoalan spiritual yang memengaruhi hubungan manusia dengan Allah dan sesama.

Rasulullah ﷺ bersabda:

“Ketahuilah, sesungguhnya di dalam jasad terdapat segumpal daging. Jika ia baik, maka baiklah seluruh jasad. Jika ia rusak, maka rusaklah seluruh jasad. Ketahuilah, itulah hati.”

(HR. Muhammad al-Bukhari dan Muslim ibn al-Hajjaj)

Berikut beberapa penyakit hati beserta obatnya menurut Al-Qur’an dan Hadis:

1. Penyakit Hasad (Dengki) atau DEMAM (Dengki, Emosi, Marah)

Sifat ini membuat hati “panas” dan tidak tenang. Hasad adalah perasaan tidak senang melihat orang lain mendapatkan nikmat dan berharap nikmat itu hilang darinya.

Firman Allah SWT:

“Dan dari kejahatan orang yang dengki apabila ia dengki.” (QS. Al-Qur'an, Al-Falaq: 5)

Dan juga Rasulullah ﷺ bersabda:

“Jangan marah.” (Beliau mengulanginya beberapa kali).(HR. Muhammad al-Bukhari)


Obatnya adalah memperbanyak syukur atas nikmat Allah, mendoakan kebaikan bagi orang lain, menyadari bahwa rezeki telah diatur oleh Allah, menahan amarah, berwudhu saat marah, dan mengingat pahala orang yang sabar.


2. Penyakit Riya’ (Pamer Amal)

Riya’ adalah melakukan ibadah bukan karena Allah, melainkan ingin dipuji manusia.

Firman Allah SWT:

“Maka celakalah orang-orang yang shalat, (yaitu) orang-orang yang lalai dari shalatnya, yang berbuat riya.” (QS. Al-Qur'an, Al-Ma’un: 4–6)

Rasulullah ﷺ juga bersabda:

“Sesungguhnya yang paling aku khawatirkan atas kalian adalah syirik kecil.” Para sahabat bertanya, “Apakah itu, wahai Rasulullah?” Beliau menjawab, “Riya’.” (HR. Ahmad ibn Hanbal)

Obatnya Adalah meluruskan niat sebelum beramal, memperbanyak amal secara sembunyi-sembunyi dan mengingat bahwa hanya Allah yang Maha Menilai.


3. Penyakit Takabbur (Sombong) atau KUSTA (Kurang Syukur dan Takabur)

Kusta merusak anggota tubuh secara perlahan. Begitu pula kesombongan dan tidak bersyukur merusak hati secara perlahan. Takabbur adalah merasa diri lebih baik dari orang lain.

Rasulullah ﷺ bersabda:

“Tidak akan masuk surga orang yang di dalam hatinya terdapat kesombongan sebesar biji sawi.”

(HR. Muslim ibn al-Hajjaj)

Obatnya adalah mengingat asal penciptaan manusia dari tanah, menyadari bahwa semua kelebihan datang dariu karunia Allah SWT., membiasakan sikap tawadhu’ (rendah hati) dan banyak bersyukur


4. Penyakit Qaswatul Qalb (Hati yang Keras)

Hati yang keras sulit menerima nasihat dan jauh dari kebenaran.

Firman Allah SWT:

“Kemudian setelah itu hatimu menjadi keras seperti batu, bahkan lebih keras lagi.”

(QS. Al-Qur'an, Al-Baqarah: 74)

Obatnya:

• Memperbanyak dzikir dan membaca Al-Qur’an.

• Mengingat kematian.

• Duduk bersama orang-orang saleh.


5. Penyakit Cinta Dunia Berlebihan atau Panu (Penyakit Angkuh dan Nafsu Dunia)

Terlalu mencintai dunia dapat melalaikan akhirat. Rasulullah ﷺ bersabda:

“Cinta dunia adalah pangkal segala kesalahan.” (HR. Al-Bayhaqi). 

Obatnya adalah mengingat kehidupan akhirat, bersedekah dan berbagi. hidup sederhana serta qana’ah.


Obat Hati yang Paling Utama: Dzikir dan Al-Qur’an. Allah SWT berfirman: “Ingatlah, hanya dengan mengingat Allah hati menjadi tenteram.” (QS. Al-Qur'an, Ar-Ra’d: 28)

Al-Qur’an adalah penawar bagi penyakit hati: “Dan Kami turunkan dari Al-Qur’an sesuatu yang menjadi penawar dan rahmat bagi orang-orang yang beriman.” (QS. Al-Qur'an, Al-Isra’: 82)


6. KURAP (Kurang Rasa Amanah dan Peduli)

Seperti kurap yang menimbulkan rasa gatal di kulit, sifat ini membuat hati “gatal” ingin berbuat tidak jujur dan lalai dari tanggung jawab.

 Allah berfirman:

“Sesungguhnya Allah menyuruh kamu menyampaikan amanah kepada yang berhak menerimanya...” (QS. Al-Qur'an, An-Nisa’: 58)

 Obatnya Adalah menumbuhkan sifat Amanah, introspeksi diri (muhasabah), menguatkan iman dan takut kepada Allah


7. KUDIS (Kurang Disiplin dan Iman Sosial)

Kudis adalah penyakit menular. Begitu juga akhlak buruk yang bisa menular di lingkungan jika tidak dicegah.

Rasulullah ﷺ bersabda:

“Perumpamaan teman yang baik dan teman yang buruk seperti penjual minyak wangi dan pandai besi…” (HR. Muhammad al-Bukhari dan Muslim ibn al-Hajjaj)

 Obatnya adalah memilih lingkungan yang baik, menjaga pergaulan dan membiasakan disiplin dalam beribadah.


8. LUKA (Lalai Untuk Kebaikan Akhirat)


Hati menjadi “luka” ketika lalai dari dzikir dan ibadah.

Allah SWT berfirman:

“Dan janganlah kamu seperti orang-orang yang lupa kepada Allah, lalu Allah menjadikan mereka lupa kepada diri mereka sendiri.” (QS. Al-Qur'an, Al-Hasyr: 19)

 Obatnya Adalah dzikir rutin, shalat tepat waktu, berinteraksi dengan Al-Qur’an


9. BISUL (Bimbang, Iri, Suka Ujaran Lisan atau Ghibah)

Seperti bisul yang menyakitkan, ghibah dan iri merusak ukhuwah.

Allah SWT berfirman: “Dan janganlah sebagian kamu menggunjing sebagian yang lain…” (QS. Al-Qur'an, Al-Hujurat: 12)

Obatnya Adalah menjaga lisan, husnuzan (berbaik sangka), dan memperbanyak doa untuk sesama

Penutup

Sebagai Penyuluh Agama Islam di KUA Tapaktuan, saya mengajak diri saya pribadi dan seluruh masyarakat untuk senantiasa menjaga kebersihan hati. Penyakit hati tidak tampak secara fisik, namun dampaknya sangat besar dalam kehidupan keluarga, masyarakat, dan bangsa. Penyakit hati memang tidak tampak secara fisik, namun dampaknya jauh lebih berbahaya daripada penyakit kulit seperti kurap dan kudis. Hati yang sakit dapat menjauhkan manusia dari Allah SWT.

Allah SWT berfirman:

“Dalam hati mereka ada penyakit, lalu Allah menambah penyakitnya…” (QS. Al-Qur'an, Al-Baqarah: 10)

Cara mengatasi penyakit tersebut, hanya mendekatkan diri kepada Allah SWT seperti: Taubat, dzikir selalu berinteraksi intens dengan Al-Qur’an dan berkumpul dengan orang shaleh.

Mari kita rawat hati dengan iman, hiasi dengan dzikir, dan bersihkan dengan taubat. Semoga Allah SWT menjadikan hati kita qalbun salim (hati yang selamat) sebagaimana firman-Nya:

“(Yaitu) pada hari ketika harta dan anak-anak tidak lagi berguna, kecuali orang yang datang kepada Allah dengan hati yang bersih.” (QS. Al-Qur'an, Asy-Syu’ara: 88–89)

Penyakit hati memang tidak terlihat, tetapi dampaknya sangat besar. Maka mari kita rawat hati dengan iman, dzikir, dan taubat agar menjadi qalbun salim.

Semoga bermanfaat untuk bahan penyuluhan dan ceramah serta tulisan ini menjadi pengingat dan motivasi untuk terus memperbaiki diri menuju ridha Allah SWT. Aamiin.[]

Penulis: Hartati, S.Ag

Penyuluh Agama Islam KUA Tapaktuan

Komentar
Baca juga
katapoint.id, All rights reserved. | Designed By Rifal Agustiar